NTT Terkini
738 Kelompok UPPKA Terbentuk di NTT, BKKBN Dorong Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Wahidah menekankan program pembangunan keluarga tidak hanya mencakup aspek kesehatan reproduksi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga terus ditunjukkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur, lembaga ini menggelar kegiatan fasilitasi dan pembinaan bagi Kelompok Usaha Peningkatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Rabu 6 Agustus 2025, bertempat di Celebes Resto & Café, Kupang.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, Wahidah P, S.Sos., M.Si, para penyuluh KB, kader, dan anggota UPPKA dari berbagai wilayah di Provinsi NTT.
Dalam sambutannya, Wahidah menekankan program pembangunan keluarga tidak hanya mencakup aspek kesehatan reproduksi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi sebagai pilar penting dalam menciptakan keluarga berkualitas.
"Pembangunan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin," ujar Wahidah.
Ia menjelaskan program pembangunan keluarga memiliki dua pilar utama, yakni ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga.
Ketahanan keluarga mencakup pembinaan keluarga balita dan anak, remaja, hingga lansia dan kelompok rentan. Sementara itu, kesejahteraan keluarga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi, salah satunya melalui pengembangan kelompok UPPKA.
Secara nasional, hingga 24 Juli 2025, tercatat sebanyak 41.122 kelompok UPPKA telah terbentuk di seluruh Indonesia.
Baca juga: BKKBN NTT Kunjungi ke Keluarga Berisiko Stunting di Kota Kupang
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Faizal Fahmi, menyampaikan Provinsi NTT menunjukkan progres signifikan dalam pengembangan UPPKA.
Jumlah kelompok UPPKA meningkat tajam dari 52 kelompok pada tahun 2019 menjadi 738 kelompok per Agustus 2025, atau bertambah sebanyak 98 kelompok dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini tercatat 2.143 kader dan 9.254 anggota aktif terlibat dalam program UPPKA di seluruh NTT,” ujar Faizal.
Jenis usaha yang dikembangkan kelompok UPPKA sangat beragam. Namun, sebagian besar bergerak di sektor pertanian dan peternakan (363 kelompok) serta kerajinan, khususnya tenun ikat (290 kelompok). Sisanya tersebar di sektor kuliner, jasa, perikanan, dan usaha produktif lainnya.
Faizal juga mengungkapkan capaian signifikan NTT dalam mendukung legalitas usaha melalui program Gerakan Akselerasi Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilaksanakan BKKBN sejak 1 Oktober 2024 hingga 31 Maret 2025.
“Provinsi NTT berhasil menerbitkan 700 NIB untuk 688 kelompok UPPKA, atau 119 persen dari target nasional, ini merupakan pencapaian luar biasa,” ungkapnya.
Horeka di NTT Didorong Kelola Sampah Mandiri, Targetkan 51,20 Persen Tercapai 2025 |
![]() |
---|
Pejabat Publik yang Enggan Beri Informasi ke Publik, Dengarkan Penagasan Komisi Informasi Pusat |
![]() |
---|
BERITA POPULER- Terduga Pelaku Penikaman Warga, Kajari Rote Ndao Sebut Tersangka, Sosok Violeta Baun |
![]() |
---|
LLDIKTI XV Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Fasilitas Negara hingga Proyek Fiktif |
![]() |
---|
Perkuat Sinergi, PLN UIP Nusra Bahas Pengembangan EBT Bersama Gubernur NTT |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.