Opini

Opini: Para Pencinta dan Pembenci

Jarak dan waktu menjadi semakin pendek dan dalam hitungan detik kita bisa terhubung dengan orang lain di belahan dunia lain.

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI HERMAN MUSAKABE
Herman Musakabe 

Di pihak lain, ada kelompok masyarakat pengagum dan pencinta Jokowi karena menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang berhasil memimpin Indonesia selama dua periode dengan membangun berbagai fasilitas untuk kepentingan rakyat seperti infrastruktur, jalan tol, bandara, pelabuhan, kereta api cepat, bendungan, memberi berbagai bantuan sosial untuk rakyat miskin, serta menyukai gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat. 

Terlepas dari kekurangan Jokowi sebagai manusia, sebagian masyarakat masih mengenang kebaikan yang dilakukannya. 

Alih-alih beristirahat menikmati masa pensiun, Jokowi setiap hari masih harus menerima tamu-tamu yang berkunjung ke kediamannya di Solo. 

Ada kelompok-kelompok masyarakat yang datang dari Pulau Jawa dan luar Jawa bahkan dari luar negeri, hanya untuk bersilaturahmi, berfoto selfi dengan Jokowi atau sekedar mengucapkan terima kasih pada Jokowi. 

Ada kelompok siswa-siswi dari Singapura yang datang dengan 3 bus, para siswa dari Lemdik Polri, ibu-ibu kelompok pengajian, sampai turis dari Belanda yang ingin berfoto dengan Jokowi. 

Ini fenomena baru dari mantan Presiden yang tidak terjadi sebelumnya. Mereka datang dengan sukarela untuk bertemu Jokowi. 

Kelompok pencinta dan pembenci ini hampir setiap hari tampil di talkshow, podcast, televisi dan media sosial memasalahkan keaslian Ijazah Jokowi. 

Berbagai argumentasi dikemukakan untuk mempertahankan pendapatnya masing-masing  dan untuk meyakinkan publik.  

Tidak jarang terjadi adu mulut bersitegang, saling tuding bahkan hampir adu jotos karena emosi. 

Pihak Roy Suryo dkk meyakini bahwa ijazah Jokowi palsu dan meminta Jokowi memperlihatkan ijzahnya kepada publik. 

Sementara pihak pembela Jokowi meyakini ijazah Jokowi asli melalui bukti dan saksi-saksi yang ada, serta menyerahkan semua pada proses hukum yang berlaku.  

Pelajaran Yang Bisa Dipetik

Apa pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ijazah Jokowi ini?  Beberapa hal yang mungkin berguna untuk diambil pelajaran dari kasus ijazah Jokowi ini adalah sebagai berikut. 

Pertama, kasus ijazah Jokowi ini tidak ada manfaatnya dan tidak memberi kontribusi bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hanya membuang-buang waktu, pikiran dan tenaga untuk hal yang sia-sia. 

Ia hanya memumpuk kebencian dalam perdebatan di media sosial, podcast, televisi dan grup-grup WA yang pada akhirnya bisa memecah belah persaudaraan. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved