Opini

Opini: Krisis Batasan Domain Leviathan dan Tuhan

Karena itu, negara harus hadir sebagai Leviathan yang memiliki kekuasaan yang mutlak dan terpusat.

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Oleh: Augustinus S. Sasmita 
Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang - Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Monster laut Leviathan merupakan ular purba raksasa dalam mitologi Ibrani. 

Kata Ibrani Livyatan diterjemahkan sebagai Leviathan yang berarti terpilin atau melingkar. 

Leviathan memiliki kemiripan dengan gambaran monster laut dalam mitologi Yunani seperti Typhon, Cetus atau Echidna. 

Leviathan digambarkan sebagai entitas yang memiliki kekuatan dan kuasa tanpa tanding. Thomas Hobbes mengadopsi mitologi ini dalam menggambarkan negara. 

Baginya, negara muncul dari kontrak sosial untuk mengatasi keadaan alamiah (state of nature) manusia yang cenderung kacau (liar). 

Karena itu, negara harus hadir sebagai Leviathan yang memiliki kekuasaan yang mutlak dan terpusat.

Hobbes, menyebut manusia sebagai makhluk yang senantiasa didorong oleh kepentingan pribadi sekaligus ketakutan akan kematian. 

Kondisi ini memicu rasa saling mencurigai, konflik, kekacauan dan perang semua melawan semua (bellum omnium contra omnes). 

Demi keluar dari situasi chaos ini, manusia secara sukarela menyerahkan kebebasannya kepada penguasa yang berdaulat. 

Inilah yang disebut sebagai kontrak sosial. Setiap orang memiliki kesepakatan bersama untuk patuh dan dibimbing oleh penguasa. 

Kontrak sosial mengandaikan esensi negara sebagai medium penegak hukum yang adil, menjaga dan menjamin keamanan setiap warganya. 

Negara diberi kedaulatan untuk menguasai setiap warga masyarakat dan bahkan, bagi Hobbes, keyakinan atau agama sekalipun ada di bawah kuasa negara.

Konsep Hobbes dalam melihat negara sebagai Leviathan cenderung bersifat totalitarianisme. 

Kekuasaan mutlak yang dimiliki negara berpotensi disalahgunakan oleh para penguasa. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved