Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 25 Juli 2025, "Kekuasaan Dunia Menggoda: Hukuman Kekal Menanti"
Setiap orang merindukannya walau tak menggapainya. Demi memperoleh kekuasaan itu, orang bisa melakukan apa saja.
Renungan Harian Katolik
Jumat, 25 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Santo Yakobus, Rasul
KEKUASAAN DUNIA MENGGODA: HUKUMAN KEKAL MENANTI
(2Kor 4:7-15; Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Mat 20:20-28)
"Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu." (Mat 20:25-26). Kekuasaan duniawi memang menjadi godaan besar bagi manusia.
Setiap orang merindukannya walau tak menggapainya. Demi memperoleh kekuasaan itu, orang bisa melakukan apa saja.
Calon penguasa dan para pendukungnya berjuang mati-matian bukan untuk keesejahteraan bersama tetapi demi menggapai keuntungan yang telah diprediksi, kepentingan politis, kelompok maupun individu. Oleh karena human error ini, maka mereka terjebak rancangan hukuman yang dibuat sendiri.
Yesus mencerahkan kita semua, bahwa kesediaan menjadi hamba yang bersahaja dan pelayan tanpa pamrih itulah kekuasaan atau jabatan yang semestinya.
"Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah menjadi pelayanmu dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu." (Mat 20:26b-27).
Sebagai orang beriman risiko terpilih menjadi penguasa entah itu jabatan religius atau pun jabatan dalam pemerintahan wajib menjadi pelayan atau hamba. Yesus melihat kenyataan yang terjadi maka dengan tegas mengatakan, "Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka." (Mat 20:25).
Yesus memanggil Yakobus dan Yohanes di pantai Danau Galilea. Karena kuasa besar yang dimiliki oleh Yesus sebagai Anak Allah, ibu mereka menduga kedua putranya bakal menjadi pembesar dalam kerajaan Yesus kelak. Maka Yesus tidak segan-segan mencegah permintaan jabatan bagi kedua anaknya.
Ibu mereka pun memahami. Sebagai rasul, Yakobus memiliki semangat yang luar biasa. Ia mati dengan menumpahkan darahnya. Gereja kuat, berdiri kokoh sampai kapan pun atas dasar iman para rasul yang mengakui Yesus sebagai Mesias.
Tantangan apa pun takkan pernah merobohkan Gereja Yesus Kristus di tengah dunia. Rasul Paulus menggambarkan tantangan besar misi sebagai pelayan, hamba adalah penganiayaan dan bahkan pembunuhan.
Rahasia kekuatan para rasul dalam karya pewartaan Injil dilukiskan dengan sangat indah oleh Santo Paulus, "Harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari kami sendiri." (2Kor 4:7).
Dalam karya pelayanan itu, kematian Yesus dibawa serta di dalam tubuh mereka sehingga kehidupan Yesus juga menjadi nyata dalam tubuh mereka. Aku percaya sebab itu aku berbicara. Inilah roh iman yang mesti dimiliki dan dihidupi oleh semua pengikut Kristus.
Maka Pemazmur memberi tanggapan dalam madah pujiannya, "Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini! Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita." (Mzm 126:2cd-3).
Menjadi hamba dan pelayan dalam tugas pelayanan di tengah tata dunia sebagai murid-murid Tuhan merupakan tuntutan di zaman ini. Kualitas hidup takkan pernah diukur dalam jumlah berapa banyak jabatan spiritual atau jabatan politik yang diterima.
Melayani dengan tulus tanpa trik manipulatif terselubung serta menjumpai setiap tantangan dengan semangat pengorbanan, itulah jabatan yang menghantar ke jenjang menjadi pembesar dan terkemuka sesungguhnya sesuai harapan Tuhan. Kita bawa roh Tuhan dalam setiap tugas pelayanan kita.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat/Pekan Biasa XVI/C/I, 250725)
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025,Dalam Pertobatan: Allah Menjaga Privasi |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Selasa 26 Agustus 2025, "Singkirkan Kepalsuan, Taburkan Kebenaran Sejati" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Selasa 26 Agustus 2025, "Bersihkan Dahulu Bagian dalam Cawan" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.