Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 18 Juli 2025, Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan
Matius berbicara tentang perdebatan antara Orang Farisi dan Yesus berkaitan dengan hari Sabat
Oleh : RP Jhon Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Jumat 18 Juli 2025 Hari biasa Pekan XV dari RP Jhon Lewar SVD merujuk pada Bacaan I: Kel. 11:10-12:14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; Mat. 12:1-8, Warna Liturgi Hijau.
Gregorius kerap mengendarai motor di pagi hari, sembari menghirup udara sejuk.
Di saat melewati sebuah jembatan dia melihat seseorang tergeletak berlumuran darah karena kecelakaan sepeda motor.
Dia segera menolong dan memacu sepeda motornya menuju rumah sakit.
Di tengah jalan dia menerobos lampu merah yang menyalah di depannya. Dia berpikir, lebih baik melanggar aturan daripada nyawa orang ini tidak selamat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 Juli 2025, Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat
Topik yang disajikan penginjil Matius pada hari ini seputar peraturan Hari Sabat.
Matius berbicara tentang perdebatan antara Orang Farisi dan Yesus berkaitan dengan hari Sabat. Para murid lapar. Mereka memetik bulir gandum dan makan walau tahu hari itu hari Sabat.
Yesus tidak melarang murid-muridNya, karena lapar mereka makan. Kaum Farisi mengeritik murid-murid Yesus karena memetik bulir gandum dan memakannya pada hari Sabat.
Peraturan hari Sabat sangat rumit dan mengikat. Terdapat 39 pekerjaan yang dilarang pada hari Sabat.
Larangan-larangan antara lain: menyalakan api, menyembelih hewan, menimba air, memotong kayu, membajak, menabur benih, menuai, memetik gandum, menampi, menyalakan lampu, dan sebagainya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik: AKU Akan Memberikan Kelegaan Padamu
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Datanglah Pada-Nya Sebab Ia Lemah Lembut
Orang Farisi menuduh murid-murid Yesus melanggar aturan Sabat. Jawaban Yesus menyatakan dua tindakan yakni apa yang dilakukan Daud dan para imam.
Raja Daud dan para pengikutnya memakan roti sajian bagi Yahwe yang hanya boleh dimakan oleh imam di bait Allah(1 Samuel 21: 1-6).
Lagi pula, di Bait Suci sendiri pada hari Sabat dilakukan upacara-upacara korban yang pada prinsipnya melanggar Hukum Sabat karena di sana api dinyalakan, hewan korban disembeli, para imam mengangkat daging korban/mempersembahkan ke atas altar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.