Opini
Opini: Hikmat di Era Kecerdasan Artifisial
Pendidikan yang sejati membutuhkan kehadiran, membutuhkan pengaruh, dan juga membutuhkan kasih.
Oleh: Gerlan Apriandy Manu
Dosen pada Program Studi Pendidikan Informatika FKIP Universitas Citra Bangsa Kupang, Mahasiswa S3 Program Studi Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang.
POS-KUPANG.COM - Dalam perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (KA) atau Artificial Inteligence (AI) saat ini, ada yang disebut Deep Learning. Sebagian kita mungkin tidak asing lagi dengan istilah Deep Learning.
Deep Learning merupakan salah satu bidang dalam Kecerdasan Artifisial (KA). Deep Learning adalah cabang dari pembelajaran mesin (machine learning) tingkat lanjut yang dirancang untuk meniru pola pikir manusia.
Teknologi Deep Learning menggunakan artificial neural networks (jaringan saraf tiruan) dengan banyak lapisan (deep) untuk memproses data dan membuat prediksi atau klasifikasi.
Dengan teknologi deep learning ini, suatu sistem dapat dirancang untuk meniru cara kerja otak manusia dalam mengenali pola, mempelajari data, dan mengambil keputusan secara otomatis.
Kita juga mengenal GPT. GPT merupakan model KA atau AI yang dibuat berbasis Deep Learning, yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan teks layaknya manusia.
Ibaratnya GPT adalah otak buatan yang bisa membaca, memahami, dan menulis teks.
GPT dilatih dengan miliaran kata dari internet sehingga bisa menjawab pertanyaan, membuat cerita, menuliskan kode program, menerjemahkan, merangkum, dan banyak lagi. Singkatan dari GPT adalah Generative Pre-trained Transformer.
Generative artinya bisa menghasilkan teks (bukan hanya memahami), Pre-trained artinya sudah dilatih sebelumnya pada data dalam jumlah besar, dan Transformer itu artinya teknologi dari arsitektur deep learning yang sangat canggih, yang mampu memahami konteks dalam kalimat panjang dengan efisien.
Saat ini semakin berkembang tidak hanya teks saja tetapi juga gambar, dan video. Walaupun untuk gambar dan video masih terlihat beberapa kekurangan dan hasil yang kurang maksimal.
Namun, hasil dalam bentuk teks semakin canggih sehingga menimbulkan kekhawatiran dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.
Teknologi Deep Learning telah mengubah banyak hal dalam dunia Pendidikan. Platform pembelajaran daring seperti Khan Academy, telah memanfaatkan GPT untuk berperan mendampingi peserta didik secara personal.
GPT digunakan untuk membuat tutor virtual yang bisa menjawab pertanyaan peserta didik secara real time dalam pembelajaran daring. Ada juga plikasi lainnya seperti Duolingo yang dapat menyesuaikan materi pembelajaran bahasa berdasarkan performa dari pengguna.
Di aplikasi Dualingo, pengguna akan diberikan pertanyaan atau tes berdasarkan tingkat kesulitan yang sesuai dengan penguasaan materinya.
Setiap pertanyaan yang dijawab pengguna, jika salah maka akan diberikan pemahaman materi dan kemudian diberikan pertanyaan lanjutan untuk menambah pengusahaan Bahasa dari pengguna tersebut.
Gerlan Apriandy Manu
Deep Learning
Pembelajaran Deep Learning
Artificial Intelligence
kecerdasan buatan
Opini Pos Kupang
Universitas Citra Bangsa Kupang
Opini: Prada Lucky dan Tentang Degenerasi Moral Kolektif |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|
Opini: Kala Hoaks Menodai Taman Eden, Antara Bahasa dan Pikiran |
![]() |
---|
Opini: Korupsi K3, Nyawa Pekerja Jadi Taruhan |
![]() |
---|
Opini: FAFO Parenting, Apakah Anak Dibiarkan Merasakan Akibatnya Sendiri? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.