Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 8 Juli 2025, "Sadar akan Keterbatasan Manusiawi, Kita Butuh Tuhan"

Kita butuh Tuhan. Karena iman kita percaya bahwa hidup kita berada dalam perlindungan Tuhan. Allah menaungi kita dengan terang cahaya-Nya

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Selasa, 8 Juli 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
SADAR AKAN KETERBATASAN MANUSIAWI, KITA BUTUH TUHAN
(Lej 28:10-22; Mzm 91:1-2.3-4.14-15ab; Mat 9:18-26)

"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan dikau." (Mat 9:22). Dalam dua kisah: anak yang meninggal dan perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun, kita bisa menegaskan bahwa memang iman itu bukti dari apa yang kita tidak lihat atau alami sebelumnya.

Kita butuh Tuhan. Karena iman kita percaya bahwa hidup kita berada dalam perlindungan Tuhan. Allah menaungi kita dengan terang cahaya-Nya. Kita hidup baik, sejahtera dan dapat melakukan kehendak Allah berkat karya penyertaan Tuhan.

Allah dalam Yesus menjadi pokok keselamatan kita. Siapa pun yang bersedia datang kepada Yesus dengan ketulusan hati dan penyerahan total kepada-Nya pasti memperoleh keselamatan.

Ketika dalam kebuntuan dan ketakberdayaannya, kepala rumah ibadat datang kepada Yesus dan berkata, "Anak-Ku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atas-Nya, maka ia akan hidup." (Mat 9:18b).

Imannya ini terbukti, anaknya Yesus bangkitkan dari matinya. Perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan dan hampir putus asa, saat lihat Yesus ia berkata dalam hatinya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Mat 9:21).

Ia pulih segera sesudah menjamah jumbai Yesus. Imannya membuktikan apa yang ia harapkan. Satu kebenaran iman yang harus kita sadari selalu bahwa kendali dan kekuatan Tuhan melingkupi kita.

Melalui pertolongan ilahi karena iman, kita tidak hanya mengalami situasi tertebus namun kelemahan manusiawi kita diperkurang.  Iman kuat dan konsisten setia, Allah dapat datang dalam hidup kita. Allah perkenalkan Diri-Nya kepada Yakub di Haran.

Ketika hari sudah malam dan karena lelah dalam perjalanan, ia tidur  beralaskan batu dari tanah itu. Dalam penglihatan saat tidur, Allah bersabda, "Akulah Tuhan, Allah Abaraham,  nenekmu dan Allah Ishak. Tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan keturunanmu." (Kej 28:13).

Yakub menyadari kekurangannya dan berkata, "Sesungguhnya Tuhan ada di sini, dan aku tidak mengetahuinya." (Kej 28:16). Maka ia menegaskan imannya, Tuhan akan menjadi  Allahku, dan bernazar untuk membangun rumah Allah dan memberi persembahan sepersepuluh Kej 28:20-22).

Yakub menjadi berkat bagi banyak orang dan mempunyai keturunan yang sangat banyak berkat penyertaan Tuhan dalam seluruh hidupnya.

Tuhan ada di sini di dalam hati kita. Kuasa ilahi Yesus menguatkan harapan, dan menolong kita untuk beriman dan mengasihi Allah  dalam kesetiaan yang penuh. Asal punya iman keajaiban akan selalu saja ada. 


Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin /Pekan Biasa XIV/C, 070725)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved