Amerika Serikat
Korban Tewas dalam Musibah Banjir di Texas Mencapai 78 Orang, Pencarian Berlanjut
Banjir tersebut dimulai pada awal liburan Hari Kemerdekaan AS saat hujan yang sangat deras turun dalam hitungan jam.
POS-KUPANG.COM, AUSTIN - Banjir bandang di Texas, Amerika Serikat menelan korban jiwa sangat banyak.
Sampai hari Minggu 6 Juli 2025, total korban tewas tercatat sedikitnya 78 orang. Sementara pencarian korban hilang oleh tim SAR masih berlanjut.
Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, menandatangani deklarasi bencana untuk mengalirkan lebih banyak sumber daya ke Texas.
Sheriff Larry Leitha di Kerr County mengatakan, wilayah tersebut menjadi daerah yang paling paarah terkena banjir dengan sedikitnya 40 orang dewasa dan 28 anak-anak meninggal dunia.
National Weather Service (NWS) memperingatkan akan datangnya banjir baru, sebagaimana dilansir AFP.
"Di seluruh negara bagian, di semua daerah yang terkena banjir, ada 41 orang yang diketahui hilang," kata Gubernur Texas, Greg Abbott.
Warga Texas juga bergabung dengan petugas bencana di darat dan di helikopter untuk mencari orang-orang yang hilang, termasuk 10 gadis dan seorang konselor yang mengikuti perkemahan musim panas di tepi sungai.
Air Sungai Guadalupe yang meluap akibat hujan mencapai puncak pohon dan atap kabin di Camp Mystic saat gadis-gadis tidur pada Jumat (4/7/2025) malam, menghanyutkan mereka dan meninggalkan pemandangan kehancuran.
Gubernur Dan Patrick mengatakan, hujan lebat menyebabkan lebih banyak banjir pada Minggu 6 Juli 2025.
Ia menceritakan kisah-kisah kepahlawanan kepada Fox News, seperti seorang konselor kamp yang memecahkan jendela sehingga gadis-gadis yang mengenakan piyama dapat berenang keluar dan berjalan melewati air setinggi leher.
Banjir tersebut dimulai pada awal liburan Hari Kemerdekaan AS saat hujan yang sangat deras turun dalam hitungan jam, sebagian besar terjadi pada malam hari saat orang-orang tidur.
Permukaan air Sungai Guadalupe naik sekitar 8 meter, alias lebih dari bangunan dua lantai, hanya dalam waktu 45 menit.
Warga Texas juga mulai menerbangkan pesawat nirawak pribadi untuk membantu mencari. Namun, pejabat setempat mendesak mereka untuk berhenti, dengan mengatakan hal itu membahayakan pesawat penyelamat.
Salah satu pencarian difokuskan pada empat wanita muda yang tinggal di sebuah rumah yang hanyut oleh sungai.
Adam Durda dan istrinya Amber, keduanya berusia 45 tahun, berkendara selama tiga jam untuk membantu.
"Ada sekelompok anak muda berusia 20 tahun yang berada di sebuah rumah yang hanyut," kata Durda kepada AFP.
Sumber: Kompas.com
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
| Banjir Bandang Melanda Bumi Perkemahan di Texas, 20 Anak Perempuan Hilang |
|
|---|
| Perseteruan Elon Musk dan Trump Makin Memanas, Singgung Rencana Pemakzulan |
|
|---|
| Elon Musk Hadir di Gedung Putih dengan Mata Lebam, Ada Apa Gerangan? |
|
|---|
| Universitas Harvard Menang Gugatan atas Pemerintahan Donald Trump |
|
|---|
| Gedung Putih Konfirmasi Kebersamaan Elon Musk dan Donald Trump Berakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-banjir-bandang-Texas.jpg)