Rabu, 6 Mei 2026

Amerika Serikat

Banjir Bandang Melanda Bumi Perkemahan di Texas, 20 Anak Perempuan Hilang

Media setempat melaporkan, derasnya hujan menyebabkan air sungai naik drastis dan menerjang kawasan pemukiman dan perkemahan. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-FOTO BUATAN AI
ILUSTRASI - Banjir bandang melanda bumi perkemahan di Texas selatan, Amerika Serikat, Kamis (3/7/2025) malam. Sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas dan puluhan anak lainnya masih dalam pencarian. 

POS-KUPANG.COM – Banjir bandang melanda bumi perkemahan di Texas selatan, Amerika Serikat, Kamis (3/7/2025) malam.

Sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas dan puluhan anak lainnya masih dalam pencarian.

Tim penyelamat masih terus mencari sekitar 20 anak perempuan yang hilang dari perkemahan musim panas di tepi Sungai Guadalupe, Kerr County. 

Media setempat melaporkan, derasnya hujan menyebabkan air sungai naik drastis dan menerjang kawasan pemukiman dan perkemahan. 

"Kami mencatat sekitar 24 korban tewas," ujar Sheriff Kerr County, Larry Leitha, dalam konferensi pers pada Jumat (4/7/2025) malam, dikutip dari kantor berita AFP. 

Menurut dia, proses pencarian terhadap penduduk hilang terus berlangsung di wilayah barat laut San Antonio. 

Beberapa korban tewas diketahui merupakan anak-anak. "Masih ada anak-anak yang belum ditemukan," kata Letnan Gubernur Texas, Dan Patrick. Ia menyebutkan, sekitar 23 hingga 25 orang dinyatakan hilang. 

Menurut Patrick, sebagian besar dari mereka merupakan peserta Camp Mystic, perkemahan musim panas khusus anak perempuan yang berlokasi di tepi Sungai Guadalupe. 

Perkemahan tersebut diikuti sekitar 750 anak. Air sungai dilaporkan naik hingga 8 meter hanya dalam waktu 45 menit. 

"Itu tidak berarti mereka hilang, mereka mungkin berada di pohon atau belum bisa berkomunikasi," jelas Patrick. 

Operasi penyelamatan besar-Besaran Pemerintah negara bagian dan pusat segera mengerahkan bantuan darurat. 

Banjir mengerikan

Gubernur Texas, Greg Abbott, menyatakan bahwa status darurat bencana untuk mempercepat mobilisasi sumber daya ke wilayah terdampak. 

"Banjirnya mengerikan. Mengejutkan," kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan. Ia memastikan pemerintah federal akan turun tangan. 

"Oh ya, tentu, kami akan mengurusnya. Kami bekerja sama dengan gubernur." 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved