Opini
Opini: Kecerdasan Buatan dan Tantangan Literasi Digital, Menata Ulang Arah Pendidikan Abad ke-21
Namun, seiring derasnya penetrasi AI di ruang-ruang kelas, muncul tantangan besar yang tidak bisa diabaikan: rendahnya literasi digital.
Oleh: Heryon Bernard Mbuik
Dosen PGSD FKIP Universitas Citra Bangsa Kupang, Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM - Gelombang kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI) kini mengguncang berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan.
Teknologi seperti ChatGPT, Quillionz, atau platform pembelajaran adaptif berbasis AI yang semakin jamak digunakan untuk membantu proses belajar mengajar.
Dengan algoritma yang mampu mengenali pola belajar siswa, AI menawarkan personalisasi pembelajaran yang sebelumnya sulit dicapai secara manual.
Namun, seiring derasnya penetrasi AI di ruang-ruang kelas, muncul tantangan besar yang tidak bisa diabaikan: rendahnya literasi digital.
Di Indonesia, fenomena ini berisiko menimbulkan kesenjangan baru dalam pendidikan jika tidak segera diatasi secara sistematis dan berkelanjutan.
Paradoks Kecanggihan dan Kesiapan
Literasi digital tidak lagi cukup dimaknai sebagai kemampuan mengoperasikan perangkat.
Dalam konteks abad 21, literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis terhadap informasi digital, memahami etika bermedia, serta menyadari risiko dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi berbasis data.
Ng (2021) menyebutkan bahwa tanpa fondasi literasi digital yang kuat, peserta didik akan menjadi konsumen pasif teknologi, bukan agen aktif dalam proses belajar.
Survei UNESCO (2023) memperkuat argumen ini dengan menunjukkan bahwa sekitar 47 persen guru di negara berkembang belum memiliki kompetensi digital yang memadai untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam pembelajaran.
Ironisnya, teknologi berkembang lebih cepat daripada kesiapan manusianya. Banyak guru yang merasa “tertinggal” oleh murid-muridnya dalam hal keterampilan digital.
Namun di sisi lain, para siswa justru rawan mengalami "kebutaan informasi" karena rendahnya kemampuan menyaring dan mengevaluasi data digital secara kritis.
AI: Solusi Sekaligus Potensi Ancaman
AI jelas menawarkan berbagai solusi. Ia dapat mempercepat proses belajar, menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu, hingga memberi masukan real-time atas kesalahan siswa.
Heryon Bernard Mbuik
kecerdasan buatan
Artificial Intelligence
Pos Kupang
Opini Pos Kupang
Universitas Citra Bangsa
literasi digital
Opini: Prada Lucky dan Tentang Degenerasi Moral Kolektif |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|
Opini: Kala Hoaks Menodai Taman Eden, Antara Bahasa dan Pikiran |
![]() |
---|
Opini: Korupsi K3, Nyawa Pekerja Jadi Taruhan |
![]() |
---|
Opini: FAFO Parenting, Apakah Anak Dibiarkan Merasakan Akibatnya Sendiri? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.