NTT Terkini
Anggota DPR RI Ahmad Yohan Dorong Mahasiswa Stikom Uyelindo Berkontribusi di Sektor Pertanian
Mengawali materinya, Ahmad Yohan memaparkan tentang berbagai kecanggihan teknologi yang kini memudahkan berbagai aktivitas manusia.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan mendorong adanya kontribusi dari mahasiswa di Stikom Uyelindo Kupang di sektor pertanian.
Ahmad Yohan menjadi salah satu narasumber di Seminar Nasional yang diselenggarakan Stikom Uyelindo Kupang, Selasa (2/6/2025). Kegiatan bertajuk Digital Transaksi dan Kepemimpinan di Era AI Menuju Indonesia Emas, berlangsung di Aula Stikom Uyelindo.
Mengawali materinya, Ahmad Yohan memaparkan tentang berbagai kecanggihan teknologi yang kini memudahkan berbagai aktivitas manusia.
"Zaman sudah berubah, dinamikanya terus berkembang. Situasinya terus jauh dan beda dengan dulu. Kalau kita tidak beradaptasi dengan lingkungan maka kita tertinggal bahkan tertelan oleh zaman," ujarnya.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, kemajuan teknologi memiliki dampak baik dan buruk. Jalan tengahnya adalah belajar dan tetap menyesuaikan dengan perubahan yang ada.
Ahmad Yohan mengkritisi angka pengangguran yang masih tinggi di NTT. Untuk itu, mahasiswa di Stikom Uyelindo harus belajar dan mampu menguasai ilmu pengetahuan.
Dengan kemampuan ini maka orang-orang akan bersaing secara kompetitif. Saat ini dunia kerja sudah mulai mengurangi karyawan. Kehadiran mesin-mesin merubah semua itu. Kalaupun dibutuhkan, seorang karyawan harus lebih cakap dengan teknologi.
Sehingga, kunci utama agar bisa memperoleh pekerjaan dan bekerja dengan baik adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak saja, kata dia, kuliah hanya sekedar mendapat ijasah semata.
Pengangguran ini juga karena memang NTT kurang industri dan lapangan kerja. Lulusan perguruan tinggi banyak yang parkir akibat lapangan kerja minim. Untuk itu, keunggulan komparatif harus dimiliki seorang anak muda, terlebih mahasiswa.
Baca juga: Anggota DPR RI Ahmad Yohan Harap Kapolda NTT Kuatkan Keamanan
"Kita pingin juga adek-adek kita yang produk lokal ini, bisa bersaing dengan Universitas atau sekolah tinggi komunikasi di tempat yang lain," kata dia dalam acara seminar nasional menjelang Dies Natalis ke 25 tahun Stikom Uyelindo Kupang.
Ahmad Yohan dalam sesi dialog menyebut persoalan pangan sangat penting untuk bangsa ini. Impor berbagai kebutuhan dasar ikut menyebabkan petani dalam negeri terkena dampak.
Banyak petani yang meninggalkan pekerjaan itu karena kerap rugi. Di Provinsi NTT petani bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berkaca dari itu, kini Pemerintah Indonesia tengah berupaya agar adanya swasembada pangan.
"Lahan kita luas, kita sering disebut negara agraris. Tapi sayang lahan luas ini tidak tergarap dengan baik," katanya.
Untuk itu, lahan pertanian di NTT yang punya potensi besar ini perlu dimaksimalkan. Perkembangan era seperti sekarang, maka pertanian bisa dikombinasikan dengan teknologi.
Dengan sentuhan teknologi maka ada pendapatan yang lebih baik di sektor pertanian. Kemudahan teknologi itu dimulai dari bibit unggul hingga alat sistem pertanian yang modern.
Ahmad Yohan meminta mahasiswa Stikom Uyelindo bisa mengambil peran dalam berbagai upaya ini. Ia mendorong adanya petani milenial untuk menggerakkan sektor pertanian. Menurut dia, pertanian menjadi sektor penting.
Petani milenial harus ada, sebab kebanyakan mahasiswa latarbelakang dari anak-anak muda memiliki orang tua berasal dari petani. Untuk itu dia mengatakan agar kelompok muda bisa mengambil peran di bagian ini.
"Seperti di Bandung anak-anak mulai masuk kebun. Mereka menemukan alat siram kebun, berdasarkan jam yang dianjurkan. Kalau Stikom Uyelindo punya semangat itu, kira-kira nanti bisa bantu apa," katanya.
Dia mengatakan, pemerintah dan Komisi IV DPR RI senantiasa mendorong agar swasembada pangan bisa terwujud. Terutama di Provinsi NTT sebagai daerah dengan karakteristik pertanian - peternakan.
Ahmad Yohan mengatakan, seringkali teknologi disalahgunakan. Padahal manfaat dari teknologi sangat penting kalau diatur sesuai peruntukannya. Penyebabnya karena lapangan kerja yang berkurang.
Masalah lain yang kerap terjadi dari pesatnya teknologi adalah pinjaman online.
"Teknologi itu jangan digunakan membunuh orang, tapi gunakan untuk manfaat banyak orang," katanya.
Ketua Panitia Dies Natalis ke 25 Tahun Stikom Uyelindo Kupang, Max ABR. S Lenggu mengatakan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan meminta agar mahasiswa Stikom Uyelindo untuk membantu penerapan teknologi tepat guna.
Teknologi itu, kata dia, seperti merancang sistem teknologi penyiraman lahan pertanian. Namun, ia mengaku Stikom Uyelindo Kupang mengembangkan itu masih dalam area laboratorium.
"Kalau mau mengembangkan itu maka kami butuh kerja sama dengan pemerintah dan pihak lain," kata Max Lenggu.
Baca juga: Dukungan Penuh Ketua DPW PAN NTT Ahmad Yohan untuk Persebata Lembata di Liga 3
Dia berharap kehadiran pimpinan Komisi IV DPR RI itu bisa memfasilitasi berbagi kegiatan mahasiswa Stikom Uyelindo Kupang ke depan. Terutama, saat mahasiswa melakukan praktik kerja lapangan.
Stikom Uyelindo, menurut dia sangat terbuka kalau ada kolaborasi agar mahasiswa melaksanakan kegiatan dengan menyasar ke bidang pertanian. Tentu, Stikom Uyelindo membawa teknologi sesuai dengan kemampuan dari kampus.
Adapun dalam memeriahkan hari ulang tahun Stikom Uyelindo ini, panitia menggelar berbar agenda seperti expo UMKM, debat antar mahasiswa hingga seminar nasional dan internasional.
Maxs Lenggu berharap semua kegiatan yang direncanakan bida berjalan lancar. Sejauh ini, kegiatan Fun Run sudah dilaksanakan pada akhir Mei 2025 lalu. Puncak kegiatan berlangsung pada 12 Juni 2025 mendatang. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Lakukan Pengamanan Intensif |
![]() |
---|
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Menilai Kenaikan Tunjangan DPRD Tidak Tepat |
![]() |
---|
Anggota DPRD NTT David Boimau Kritisi Polemik Kenaikan Tunjangan DPR RI |
![]() |
---|
Fraksi Demokrat DPRD Sebut APBD NTT Banyak Biayai Rutinitas Birokrasi Dibanding Produktif |
![]() |
---|
Horeka di NTT Didorong Kelola Sampah Mandiri, Targetkan 51,20 Persen Tercapai 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.