Belu Terkini
Bupati Belu Tegaskan Desa Harus Jadi Motor Ekonomi, Bukan Sekadar Penerima Bantuan
Bupati Belu Willy Lay membuka kegiatan evaluasi pembentukan BUMDes dan Koperasi Merah Putih.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Desa-desa di Kabupaten Belu didorong untuk menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dengan menggali dan mengembangkan potensi lokal secara maksimal.
Hal ini ditegaskan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, saat membuka kegiatan evaluasi pembentukan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) dan Koperasi Merah Putih tingkat desa/kelurahan tahun 2025 di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu, Selasa (27/5/2025).
Bupati Willy Lay menekankan ketahanan pangan tidak harus diartikan secara sempit. “Ketahanan pangan bukan berarti kita harus tanam padi di lahan kering yang tidak punya air. Kita harus sesuaikan dengan kondisi dan potensi desa masing-masing,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Willy Lay menegaskan tidak boleh ada lagi kepala desa yang bekerja berdasarkan kepentingan kelompok atau balas jasa politik.
“Saya tidak mau dengar lagi kepala desa urus kelompoknya sendiri. Kalau masih seperti itu, besok saya copot,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Bupati Willy mendorong agar seluruh kebijakan dan program desa didasarkan pada data yang akurat. Ia mengimbau agar desa yang memiliki sumber daya air, hasil laut, atau potensi pertanian tertentu fokus mengembangkannya tanpa meniru program desa lain secara membabi buta.
Baca juga: Wakil Bupati Belu Kesal Kuota DTKS 125.000 Tidak Semua Terserap
Ia juga menyoroti persoalan penyertaan modal usaha yang belum dikelola secara akuntabel. “Banyak laporan masuk ke saya soal penyertaan modal yang tidak dikembalikan. Ini bisa jadi temuan dan berdampak hukum. Harus dikelola profesional,” jelasnya.
Sebagai strategi jangka panjang, Bupati Lay mengusulkan pembukaan lahan desa secara kolektif untuk tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti porang.
Ia menyampaikan simulasi perhitungan bahwa budidaya porang di atas lahan 10 hektare per desa berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah dalam lima tahun.
“Potensi porang ini luar biasa, bisa tembus Rp170 miliar. Ini peluang nyata, bukan mimpi,” katanya.
Bupati Wily juga menegaskan perlunya perubahan pola pikir dalam tata kelola desa.
“Kita harus bangkit dari kekuatan sendiri. Desa harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi, bukan terus-menerus menunggu bantuan. Bangun dari bawah, bangun dengan potensi yang kita miliki,” tutupnya. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Belu-Buka-Kegiatan-BUMDes-dan-Koperasi-Merah-Putih.jpg)