Opini
Opini - Kejutan Persebata dan Kebijakan Bola Gubernur NTT
Boleh dikatakan bahwa Persebata, menyulut semangat anak-anak muda NTT untuk berprestasi dalam olahraga.
Oleh: Alvian Lamaberaf
(Mantan Jurnalis Tribun Batam)
POS-KUPANG.COM - Robert Bala dalam opini Pos Kupang, Rabu (14/5) berjudul "Persebata dan 'Lamafa' Pendiam", mendeskripsikan dengan sangat indah dan mendalam Club Bola Persatuan Sepak Bola Lembata ( Persebata ), masuk babak 8 besar liga 4 nasional.
Dan lebih membanggakan, Persebata mendapat tiket promosi menuju Liga 3 nasional. Sebuah prestasi olahraga sepakbola yang tak pernah terbayangkan, mengukir wajah Provinsi NTT di kancah olahraga nasional.
Seperti seorang 'lamafa' begitu saudaraku Robert Bala menenunnya dalam sebuah pemaknaan filosofis jiwa orang-orang Lembata yang sangat mendalam.
Terlepas dari semua ini, boleh dikatakan bahwa Persebata, menyulut semangat anak-anak muda NTT untuk berprestasi dalam olahraga.
Meskipun NTT dalam keterbatasan fasilitas olahraga, anggaran dan minimnya perhatian pemangku kebijakan, itu bukan menjadi penghalang. Semangat kebersamaan dan persatuan, akan menjadikan NTT juara dalam olahraga.
Spirit perjuangan anak-anak muda NTT itu digambarkan dengan mantap oleh Robert Bala, seperti 'Lamafa' ia bukan menghindari angin dan ombak. Ia justru menjemput ombak agar perahu layarnya bisa bergerak cepat.
Ia tidak mendoakan agar tidak ada tantangan tetapi malah mengundang tantangan dan angin dalam doa nan ikhlas: O ina fae bele e, nei kame angi usi (oh ibunda lautan, hembuskanlah kami sedikit angin).
Kejutan Persebata dalam sepakbola nasional ini, telah menggugah nurani publik NTT, khususnya pemerintah daerah, untuk peduli, respon dan memberi porsi perhatian yang besar dalam olahraga, yakni mencetak anak-anak muda berprestasi dalam olahraga.
Selain itu terbersit pesan dari Persebata, agar pemerintah daerah mendukung dan terinspirasi oleh perjuangan para atlet-atlet NTT, baik yang sudah terlewati (legend) dan yang sekarang, dengan memberikan ruang, penghargaan dan perhatian lebih.
Tidak hanya sebatas pada acara seremonial penyambutan, pesta syukur, medali, sertifikat dan uang, tetapi perhatian lebih dari itu.
Kebijakan Bola Gubernur NTT
Prestasi gemilang Persebata di liga 4 nasional dan NTT bakal menjadi tuan rumah pertandingan babak 8 besar liga 4, memantik kebijakan bola gubernur NTT, Melki Laka Lena.
Gubernur NTT merespon cepat perihal tersebut, dengan memerintahkan seluruh pihak terkait segera menyiapkan sarana olahraga stadion sepakbola yang berstandar nasional.
Sikap responsif Gubernur NTT ini, boleh dikatakan seperti terkejut mimpi di pagi menjelang siang. Namun bukan soal itu, hal terpenting adalah, Gubernur NTT pekah dan peduli terhadap masadepan kemajuan olahraga NTT.
Selain itu, menunjukan kepada publik, bahwa pemerintahan Provinsi NTT dalam kepemimpinan Melki Laka Lena dan Jhoni Asadoma, berpihak kepada pembangunan masadepan anak-anak muda NTT.
Begitu juga keterlibatan dan kehadiran Gubernur NTT, dalam ajang sepakbola liga 4 nasional untuk mendukung Persebata, telah memberi spirit dan warna baru sepakbola di Nusa Tenggara Timur. Dan hal ini bersejarah, karena tidak biasanya dilakukan oleh pemimpin atau gubernur-gubernur NTT sebelumnya.
Di lain pihak, kebijakan bola Gubernur NTT, selaras dengan kebijakan olahraga Pemprov NTT tahun 2025. Dimana pemerintah daerah mendukung olahraga di berbagai tingkat.
Bentuk kebijakan Pemprov NTT itu antaralain; membangun fasilitas olahraga, menggelar kegiatan olahraga massal, pembinaan atlet dan kolaborasi pihak swasta dan akademisi.
Termasuk, membina UMKM sebagai sektor yang berdampak langsung dari setiap hajatan olahraga yang digelar di Nusa Tenggara Timur.
Dari bahasan ini, ada dua soal yang perlu menjadi catatan dan perhatian gubernur NTT, dalam implementasi kebijakan pembangunan, yakni bidang Olahraga dan Kepemudaan.
Dalam bidang Olahraga, Pemprov NTT penting melakukan pembinaan cabang olahraga di daerah untuk mencetak atlet berprestasi. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Meskipun dalam penerapannya, Pemprov NTT menemui sejumlah tantangan, seperti minimnya berbagai fasilitas olahraga di daerah.
Sehingga, walaupun ditengah efesiensi anggaran ini, Pemprov NTT bisa berani mengalokasikan anggaran untuk membina atlet-atlet berprestasi di daerah dan menyiapkan fasilitas olahraga yang memadai.
Untuk itu, kebijakan ini harus dilakukan dengan pendekatan stategis dan terarah. Jika kebijakan ini dilakukan dengan benar, akan meningkatkan produktivitas atlet-atlet berprestasi dari NTT.
Sama halnya dalam bidang Kepemudaan. Pemprov NTT harus melahirkan kebijakan yang memberikan dukungan lebih kepada generasi muda, baik di bidang olahraga, pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
Hal ini memberikan spirit baru bagi anak-anak muda NTT, untuk bangkit kembali dari keterpurukan dan kegelisahan untuk lebih produktif.
Atau seperti yang ditekankan Aristoteles Filsuf Yunani bahwa yang terpenting adalah "eupraxis" (kualitas tindakan yang baik) dan "telos" (tujuan akhir) untuk mencapai kebahagiaan atau kesejahteraan bersama. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Alvian-Lamaberaf-ok.jpg)