Flores Timur Terkini
Dinas PKO Flotim Diminta Serius, Adendum Proyek Stadion Ile Mandiri Terlalu Larut
Proyek dengan dana sebesar Rp 1,6 miliar yang masa kontraknya sudah habis sejak tanggal 31 Desember 2024 ini menuai sorotan .
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diminta serius menyikapi proyek Stadion Ile Mandiri Larantuka.
Proyek dengan dana sebesar Rp 1,6 miliar yang masa kontraknya sudah habis sejak tanggal 31 Desember 2024 ini menuai sorotan lantaran tak kunjung selesai meski diberi dispenasi berupa ademdum berulang kali hingga 20 Mei 2025.
Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (L-KPK) Flores Timur berharap proyek untuk mendukung kegiatan olahraga itu secepatnya selesai dikerjakan sehingga bisa dimanfaatkan.
"Minta PPK Dinas PKO dan kepala dinasnya selaku penguna anggaran menyikapi persoalan ini secara serius. Tidak bisa membiarkan hal ini sampai terlalu berlarut-larut," ujar aktivis L-KPK Flores Timur, Tadon Kedang, Selasa, 20 Mei 2025.
Tadon menanggapi PPK Dinas PKO Flores Timur dan Direktur CV Mustika Budi yang berdalih pekerjaan terhambat material. Dalih seperti itu dinilai tidak tepat jika disandingkan dengan kompensasi waktu yang berjalan hampir setengah tahun.
"Itu tidak bisa dijadikan alasan, kompensasi waktunya kan sudah diberikan oleh PPK," ucap Tadon Kedang.
Masyarakat, katanya, menginginkan output pembangunan stadion yang sejak dulu selalu meninggalkan trauma. Saat dianggarkan untuk rehabilitasi Stadion Ile Mandiri dan Lapangan Gawerato jelang ETMC tahun 2022, proyek itu dialihkan untuk bangun cut and fili di Kelurahan Lewolere.
"Sekarang dibangun tribun stadion Ile Mandiri, kita berharap hasil akhirnya bisa bermanfaat bagi banyak orang, teristimewa soal kemajuan sepak bola di Flores Timur," katanya.
PPK Dinas PKO yang menangani proyek tribun Stadion Ile Mandiri, Fidelis Tokan, mengatakan proyek itu dikerjakan CV Mustika Budi. Menurut Tokan, pihaknya sudah berulang kali memberi dispensasi pengerjaan karena terkendala pasir dan batu.
Tokan menerangkan, pasir dari Desa Nobo tak diangkut karena sedang terjadi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Meski demikian, dia mengklaim pengerjaan sudah mencapai 70-an persen. Tokan mengaku pekerjaan sempat dihentikan setelah rekanan menyampaikan permohonan hambatan pekerjaan akibat ketiadaan material.
"Dia punya kompensasi pekerjaan itu sampai dengan hasil uji labnya keluar. Tanggal persis saya kurang hafal, dokumen ada di kantor," ujar Tokan.
Direktur CV Mustika Budi, Yudi BM, memastikan proyek akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, kata Yudi, pengerjaan sempat terkendala material pasir dan klaim kepemilikan lahan oleh salah satu suku ketika serah terima lokasi.
"Waktu pengerjaan efektif hingga saat ini mungkin hanya tiga bulan saja. Pasir dan batu tidak ada, sementara kita menunggu tetapi terus dikejar waktu," pungkas Yudi.
"Pengerjaan sekarang kurang lebih 80 persen. Yang Mustika Budi kerja itu hanya tribun saja," ujar Yudi. (cbl)
Peredaan Rokok Ilegal Membanjir di Kabupaten Flotim, Ada Brand Baru |
![]() |
---|
Warga Lembata Panen Ikan di Kawasan Muro Pasca Ditutup Selama Dua Tahun |
![]() |
---|
Ini Ultimatum Bagi Rekanan yang Mengerjakan Proyek Rp 3,9 Miliar RSUD Larantuka |
![]() |
---|
Baru Dibangun, Atap Huntara III di Flores Timur NTT Mulai Terbongkar |
![]() |
---|
Ricuh Liga Tarkam di Flores Timur, Bupati Anton Doni Sampaikan Permohonan Maaf ke Bupati Lembata |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.