Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 17 Mei 2025, "Berusaha Mantapkan Iman Kepada Tuhan"
Benar bahwa iman itu butuh proses menuju kematangannya. Pertanyaan Filipus membawa pencerahan spiritual dari Yesus kepada dirinya
BERUSAHA MANTAPKAN IMAN KEPADA TUHAN UNTUK KARYA KESELAMATAN
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 13:44-52; Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4; Yoh 14:7-14).
"Sesungguhnya barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu." (Yoh 14:12a). Dalam iman sikap ragu dan bimbang itu penting untuk bisa bertumbuh dan berkembang menuju kepastian.
Filipus rasul Tuhan telah sekian lama ada bersama Yesus namun belum juga mengenal Tuhan secara baik. Benar bahwa iman itu butuh proses menuju kematangannya. Pertanyaan Filipus membawa pencerahan spiritual dari Yesus kepada dirinya tentang hal esensial dalam iman yaitu relasi Yesus dengan Bapa-Nya. Ada mutualisme dalam karya keselamatan umat, antara Bapa -Putra dan Roh Kudus.
Bapa mencipta, Putra yang menebus dan Roh Kudus yang menguduskan dan mengajar. Apa yang Allah suruh itulah yang Yesus kerjakan. Apa yang Allah Bapa katakan itu pula yang Yesus bilang kepada kita umat kesayangan-Nya.
Maka Yesus tegaskan sendiri, "Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." (Yoh 14:11). Satu keyakinan yang mesti kita pegang teguh bahwa dalam kondisi apa pun Tuhan tetap menyertai para utusan-Nya yang sungguh-sungguh mengandalkan-Nya.
Iman kita yang sudah matang akan Tuhan tidak akan membuat bimbang untuk berlangkah maju dalam misi Allah, dan tidak membuat ragu melakukan apa pun dalam Nama Yesus. Keterbukaan hati untuk semakin dekat Tuhan, selalu saja membuka ruang untuk pertumbuhan iman yang menakjubkan. Pengorbanan Tuhan bagi kita memberi peluang besar untuk maju berkembang dalam cinta kasih terutama bagi sesama yang terabaikan. Pengorbanan bagi Tuhan dalam dedikasi misi keselamatan menjadi lebih menyakinkan. Hujatan, iri hati, penderitaan bagi seorang pengikut Tuhan dimaknai sebagai bagian esensial dari hidup yang mesti disyukuri dan diterima sebagai anugerah.
Iman yang matang akan Tuhan juga sangat menolong dalam pemahaman yang makin mendalam tentang penghinaan yang dialami dalam karya pewartaan, sebagai bentuk ekspresi cinta kita terhadap Tuhan yang menderita untuk keselamatan kita. Dia menderita supaya kita selamat dan kita pun menerima penderitaan itu agar semakin murni dalam iman akan Tuhan.
Ketika menghadapi orang-orang Yahudi yang iri hati dan menghujat, Paulus dan Barnabas berkata, "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu! Tetapi kamu menolaknya dan menganggap diri tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal." (Kis 13:46). Keselamatan adalah masalah jiwa dan bukan persoalan fisik atau suka tidak suka.
Bentuk fisik penghujatan dan penganiayaan sesungguhnya tidak cukup berarti untuk menghentikan karya agung Allah bagi keselamatan umat manusia. Misi Allah (Missio Dei) harus terus diwartakan ke mana pun dan kapan saja. "Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah." (Mzm 98:3cd-4). Kebaikan dan kebijaksanaan Tuhan melalui para rasul yang menuntun dari kegelapan dosa kepada cahaya kasih-Nya yang mengagumkan harus diwartakan terus-menerus.
Iman yang matang selalu menginspirasi agar kasih Tuhan dibagikan dalam dedikasi tanpa pamrih demi keselamatan semua orang yang merindukannya.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan IV Paskah/C, 170525).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.