Opini
Opini: La Pace Sia Con Voi
Paus Leo XIV, ingin segera menempatkan dirinya dalam kesinambungan pastoral Paus Fransiskus, pendahulunya.
Membaca Pesan Pidato Perdana Paus Leo XIV
Oleh: P Doddy Sasi, CMF
Ketua Tribunal Keuskupan Agung Kupang dan Dosen STIPAS Kupang
POS-KUPANG.COM - Kardinal Robert Francis Prevost telah terpilih menjadi Paus dan memilih nama Leo XIV. Ia lahir di Chicago, 14 September 1955. Ia seorang Agustinian.
Ia juga seorang ahli Hukum Gereja. Pada 30 Januari 2023, Paus Fransiskus memanggilnya ke Roma, dan menunjuknya sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Sebelumnya, pada 3 November 2014, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai sebagai Uskup, keuskupan Chiclayo, Peru.
Baru pada 6 Februari 2025, Paus Fransiskus mengangkatnya pada jabatan Kardinal Uskup, yang bagi banyak pengamat dibaca sebagai ada ‘sesuatu’. Dan pada konklaf kemarin Kardinal Robert Francis Prevost terpilih pada pemungutan suara keempat, seperti Benediktus XVI pada tahun 2005.
Asap putih muncul pada pukul 18.07 dan pengumuman resmi oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti, pada pukul 19.13 waktu Roma. Lalu ia membacakan pesan pidato pertamanya dan memberikan berkat perdananya sebagai Paus.
Menarik untuk membaca ulang dan mengais pesan dari pidato perdana Paus Leo XIV
Bacaan yang baik bisa menjadi petunjuk arah tema ajaran dan pastoral kepausannya. Mari kita lihat isi dan beberapa elemen penting dari pidato perdana Paus Leo XIV.
La Pace Sia Con Voi
Dalam pidato perdananya, Paus Leo XIV dengan suara penuh wibawa, penuh percaya diri dan dengan berbahasa Italia tapi dengan intonasi bahasa Spanyol yang agak kental berkata damai sejahtera bagi kamu!
Saudara dan saudari yang terkasih, ini adalah salam pertama dari Kristus yang Bangkit, Gembala yang baik yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kawanan domba Allah. Saya juga ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hatimu, menjangkau keluargamu, kepada semua orang, di mana pun mereka berada, kepada semua bangsa, kepada seluruh bumi."
Dalam pidato perdananya ini, Paus Leo XIV mengucapkan sekitar 740-an kata. Di antara kata-kata tersebut, ada beberapa kata yang muncul dominan seperti kata: perdamaian (7 kali), Tuhan (6), Gereja (5), Kristus (5), bersama (4), dan dialog (3).
Kata-kata ini sangat terkait dengan spiritualitas Kristiani dan konsep komunitas yang bisa kita padatkan dalam kata-kata: 'bersatu', 'cinta', dan 'kasih'. Kata-kata membangun pesan yang inklusif, aksesibel, dan menyejukkan.
Kata yang paling signifikan muncul adalah pengulangan ungkapan 'Damai sejahtera bagi kamu' (La pace sia con voi) yang merupakan kalimat awal dari pidato dengan referensi langsung kepada kata-kata Kristus yang telah bangkit.
Bacaan saya, ada empat kata penting dari bagian awal pidato Paus Leo XIV, yakni: perdamaian, persatuan, misi dan cinta kasih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.