Senin, 13 April 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: PMKRI Maumere Desak Polres dan Kejari Usut Kasus Dana Covid-19

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi di Maumere, Senin (5/5) pagi.

POS KUPANG/ARNOLD WELIANTO 
GELAR AKSI – Para aktivis dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi, Senin (5/5) untuk menuntut pengungkapan dana Covid-19 sejak tahun 2021 di Kabupaten Sikka NTT yang hingga kini belum diterima para tenaga kesehata di RSUD Tc Hillers Maumere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi di Maumere, Senin (5/5) pagi.

Mereka menggelar aksi dari Sekretariat PMKRI dan sempat berorasi di depan Mapolres Sikka. Para aktivis PMKRI membawa pamfet bertuliskan “Tangkap Mafia-mafia Kesehatan. 

Aksi anggota PMKRI ini berakhir di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Dalam orasinya, mereka mendesak Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri Sikka untuk mengusut mafia-mafia kesehatan di RSUD TC Hilers Maumere terkait jasa nakes covid-19 senilai Rp 8,7 Miliar.

Ketua PMKRI Cabang Maumere, Fabianus Rowa mengatakan, insentif jasa Covid untuk para Nakes harusnya sudah terealisasi pada 2021.

Namun, hingga saat ini dana tersebut belum disalurkan yang menjadi hak para tenaga kesehatan (nakes)

GELAR AKSI – Para aktivis dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi, Senin (5/5) untuk menuntut pengungkapan dana Covid-19 sejak tahun 2021 di Kabupaten Sikka NTT yang hingga kini belum diterima para tenaga kesehata di RSUD Tc Hillers Maumere.
GELAR AKSI – Para aktivis dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi, Senin (5/5) untuk menuntut pengungkapan dana Covid-19 sejak tahun 2021 di Kabupaten Sikka NTT yang hingga kini belum diterima para tenaga kesehata di RSUD Tc Hillers Maumere. (POS KUPANG/ARNOLD WELIANTO)


"Ada dugaan tindak pidana di RSUD TC Hilers Maumere. Ada dana Rp 8,7 Miliar untuk jasa 800-an lebih nakes. Namun sampai hari ini (kemarin, Red) tidak sampai ke para nakes. Ini kebobrokan manajemen," ujar Fabianus Rowa.

Aksi ini pun menurut PMKRI tidak ada pengawalan aparat kepolisian sehingga menyebabkan kemacetan lalulintas.

Sebab, aparat TNI-Polri sedang melakukan persiapan kunjungan Wapres Gibran yang dijadwalkan akan tiba pada Selasa (6/5) hari ini.

Kejaksaan Negeri Sikka mengaku sudah melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana jasa Covid-19 di RSUD Tc Hilers Maumere.

Baca juga: Briptu AR, Oknum Satlantas Polresta Kupang Kota Minta Korban PS Peluk, Cium Hingga  OS 

Hal dikatakan Okky Prasetiyo, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Sikka usai menerima data pendukung dugaan tindak pidana jasa Covid-19 di RSUD Tc Hilers Maumere yang diserahkan aktivitas PMKRI Maumere di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

"Sebenarnya Kejaksaan sudah melakukan pulbaket dan puldata terhadap apa yang saat ini sedang diperjuangkan teman-teman PMKRI. Nantinya kami akan laporkan ke rekan-rekan sekalian," ujar Okky Prasetiyo.

Meski demikian, pihaknya belum memberikan informasi terkait pihak-pihak mana yang akan diperiksa.

Sebelum aksi yang dilakukan aktivis PMKRI ini, aksi menuntut penyaluran dana Covid-19 untuk para nakes sudah dilakukan para nakes di RSUD Tc Hiller pada Selasa (18/3/2025) lalu.

Baca juga: Kronologis 2 versi Dugaan Pelecehan Oknum Satlantas Polresta Kupang ke Siswi SMA

Saat itu, para nakes bertemu dan mendengar penjelasan dari Sekda Sikka, Adrianus Firminus Parera.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved