TTS Terkini

SMA Rasa SMK, Inilah Tiga Ekstrakurikuler Antimainstrem di SMA Plus PGRI Mnelalete, TTS

Terdapat tiga ekstrakurikuler unggulan sekolah ini, yaitu otomotif, multimedia dan jaringan.

|
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/ MARIA VIANEY GOKOK 
SMA PLUS - SMA Plus PGRI Mnelalete, sekolah yang berhasil membuat mobil listrik pertama di NTT Tahun 2024. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE- SMA Plus PGRI Mnelalete yang terletak di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi sekolah pertama di Nusa Tenggara Timur (TTS) yang sudah berhasil membuat mobil listrik di NTT.

Sekolah ini didirikan pada tahun 1991 dan mendapat izin operasional pada tahun 1992. Pada tahun 2023 sekolah ini memperbaharui Akreditasi A dengan nilai 95. 

Kepala SMA PGRI Mnelalete, Siprianus Liem, S.Kom menjelaskan terdapat tiga ekstrakurikuler unggulan sekolah ini, yaitu otomotif, multimedia dan jaringan.

"Selama saya menjabat, rata-rata anak yang melanjutkan perguruan tinggi sangat sedikit dari yang lulus. Ini menjadikan motivasi awal kami untuk membentuk ekstrakurikuler SMA rasa SMK, agar ketika lulus, anak-anak ada keahlian," jelas Siprianus.

Tiga ekstrakurikuler ini sudah berjalan sejak tahun 2022 dan beberapa inovasi yang dihasilkan. Menariknya, beberapa inovasi muncul dari ekstrakurikuler ini. Siprianus menjelaskan ekstrakurikuler otomotif menghasilkan mobil listrik pertama di NTT.

Selanjutnya ekstrakurikuler multimedia, Siprianus menjelaskan pada tahun lalu, SMA Plus PGRI melalui ekstrakurikuler ini, keluar sebagai runner up dalam olimpiade tingkat nasional khusus sekolah PGRI di Indonesia yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan.

Sedangkan pada ekstrakurikuler jaringan, pengembangan inovasi menyiram tanaman menggunakan menggunakan ponsel.

"Untuk inovasi menyiram tanaman ini, pakai sensor kelembapan dan penyiram tanaman secara otomatis. Untuk pendampingan kita pakai semua pegawai disini yang punya kapasitas di bidang teknik, komputer dan otomotif," tambah Siprianus.

Ia berharap, melalui inovasi sekolah dalam pengembangan ekstrakurikuler ini, dapat membuat peserta didik menjadi manusia berkualitas, inovasi, kreatif untuk menjawabi revolusi industri tahun 2030.

"Kami mau tunjukan, kalau di desa juga bisa, yang notabene informasi dari provinsi kami baru akan terima sebulan setelah informasi itu dikeluarkan. Tapi kami bisa. SMA juga punya anak-anak terampil," jelasnya.

Meskipun begitu, SMA ini juga memiliki ekstrakurikuler layaknya sekolah SMA pada umumnya. Salah satu yang menonjol adalah olaraga bolavoli. (any)

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved