Dokter Diduga Lecehkan Pasien
Fakta Terungkap Dokter di Malang Lecehkan Pasien Saat Jalani Rawat Inap
Bagaimana fakta yang terjadi dalam kasus oknum dokter berinisial AY diduga melecehkan pasien perempuan di RS Persada Malang, Jawa Timur?
Ia akhirnya dirawat di ruang VIP RS Persada selama tiga hari. Pada saat itulah, AY yang diduga tidak bertugas mendatangi korban di ruang perawatan lalu melakukan aksi tidak senonoh.
Baca juga: IDI Malang Raya Janji Jatuhkan Sanksi Keras terhadap Dokter Lecehkan Pasien
Supervisor Humas RS Persada, Sylvia Kitty membenarkan bahwa AY adalah dokter di RS-nya. Terkait aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan AY, RS Persada telah mengambil tindakan dengan menonaktifkan sementara pelaku. "
Yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses investigasi yang sedang berjalan,” ujar Sylvia dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/4/2025).
Sylvia Kitty juga menyatakan, RS Persada tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran etik. RS Persada juga membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan AY.

Sylvia Kitty menegaskan, RS Persada akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku jika terbukti melakukan pelecehan seksual.
Satria, kuasa hukum pasien korban pelecehan, menjelaskan, kliennya akan melaporkan AY atas kasus dugaan pelecehan seksual ke Polda Jatim atau Polresta Malang Kota. Namun, kuasa hukum akan berkoordinasi secara intensif dengan korban dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti.
Baca juga: Wamekes Tanggapi Dokter di Malang Diduga Lecehkan Pasien, Cederai Sumpah, Mencoreng Profesi!
“Beliau kan bukan orang Malang, jadi masih menunggu, masih akan berkoordinasi lagi untuk bertemu langsung datang ke Malang, jadi kami masih melengkapi materi hukumnya, tapi sesegera mungkin kami laporkan,” jelas Satria dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/4/2025).
Satria menyampaikan, kliennya tidak segera melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya karena beberapa faktor, salah satunya korban bukan warga Malang.
Selain itu, korban juga tidak memiliki teman di Malang dan mengalami ketakutan.
Setelah memendam selama bertahun-tahun, korban akhirnya berani untuk speak up mengenai peristiwa yang dialaminya Kini, korban menginginkan keadilan di hadapan hukum karena sudah mengalami trauma psikis selama tiga tahun terakhir.
“Selama ini dia (terduga korban, red) cukup tersiksa secara batin, jadi kerugian mental, ya. Bayangkan bagaimana rasanya mengalami apa yang dialami korban selama tiga tahun memendam takut untuk speak up, secara mental terguncang,” pungkas Satria. (kompas.com)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Mendikti: Tindakan Dokter Priguna Cederai Keadilan dan Martabat Kemanusiaan |
![]() |
---|
Calon Dokter akan Dites Kejiwaan Pasca Banyak Dokter Lakuan Pelecehan Seksual |
![]() |
---|
Kemenkes Nonaktifkan Sementara Dokter Kandungan MSF Terduga Kasus Pelecehan Pasien |
![]() |
---|
IDI Jabar Terjunkan Ketua Majelis Kehormatan Etika Investigasi Dokter yang Lecehkan Pasien |
![]() |
---|
Istri Eks Bupati Garut Ungkap Tabiat MSF Dokter Kandungan yang Diduga Lecehkan Pasiennya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.