Liputan Khusus

LIPSUS: Ratusan Pemuda Seret Seng ke Jalan Tradisi Rabu Trewa Jelang Semana Santa 

Ratusan pemuda di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur menyeret seng ke jalanan untuk memperagakan peristiwa penangkapan Yesus Kristus.

|
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
SERET SENG - Ratusan pemuda menyeret seng saat tradisi Rabu Trewa jelang Semana Santa Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 16 April 2025. 

"Selamat merayakan Ibadah Paskah bagi saudara-saudaraku Kristiani yang merayakan, semoga Tuhan Memberkati. Di dalam kemajemukan bangsa kita saling menjaga dan menghormati antar anak-bangsa," kata Muhamad Wongso, Rabu (16/4). 

Ia menyebut, perbedaan adalah sebuah keniscayaan, tetapi kerekatan dan keharmonisan adalah sebuah ikhtiar yang terus menerus dirajut sesama anak bangsa.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT), H. Muhammad Wongso, saat diwawancarai di Kantor MUI NTT. Jumat 1 April 2022
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT), H. Muhammad Wongso, saat diwawancarai di Kantor MUI NTT. Jumat 1 April 2022 (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)

"Anak-anak bangsa yang Kristiani sedang merayakan Hari Raya Paskah maka yang harus dijaga adalah saling menghormati, Insya Allah rentang kendali "Ukhwah Wataniyah" (Ukhwah kebangsaan) terpelihara dengan baik," ujarnya. 

Dia percaya Provinsi NTT sebagai wilayah dengan sikap toleran yang tinggi terus terjaga dengan baik. Dalam keragaman NTT harus memupuk dan merawat kebersamaan sebagai anak bangsa. 
“Sesungguhnya pesan Alqur'an terlukis dalam Surah An-nisa ayat 1 bahwa kita tercipta dari diri yang satu (Adam AS) dan terlahir dari rahim yang satu pula Bunda Hawa. Artinya agama adalah pilihan, tapi kebersamaan adalah segala-galanya," kata Muhamad Wongso. 

Teladan atas saling melengkapi, kata dia, hingga kini terus dilakukan. Saat perayaan Idulfitri baru-baru ini, umat Kristiani pun larut dalam sukacita bersama umat Muslim. "Ini modal penting untuk kita semua agar terus menjaga dan merawat semuanya sebagai anak-anak Flobamorata," katanya. 

Muhamad meminta umat Kristiani merayakan Paskah dengan khidmat. Berbagai ibadah harus dilaksanakan dengan khusyuk. Tujuannya untuk memberi penguatan iman, yang ikut berdampak pada kehidupan sosial. 
Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Provinsi NTT mengharapkan agar perayaan Paskah tahun 2025 bisa membawa kedamaian dan harapan baru bagi umat yang merayakan.

Baca juga: LIPSUS: Gubernur Melki Menangis, Ribuan Umat Hadiri Pemakaman Uskup Petrus Turang

Ketua Permabudhi NTT, Indra Effendy mengatakan, masyarakat NTT adalah komunitas umat manusia yang selalu membangun perdamaian sebagai sesama saudara, serta menjadikan kemanusiaan yang setara sebagai citra dari semua ajaran agama. 

“Itulah suasana yang kita hidupi bersama dengan menjadikan NTT sebagai rumah perdamaian di Indonesia. Semoga perayaan Paskah ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan harapan baru bagi kita semua,” harap Indra.

Indra menyebut, dirinya percaya bahwa perayaan Paskah dapat menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk saling berbagi dan memahami nilai-nilai spiritual yang sama, seperti cinta kasih, pengampunan, dan kebaikan.
Atas nama umat Buddha di NTT, Indra pun mengucapkan selamat merayakan  Paskah kepada seluruh umat Kristiani di NTT maupun di Indonesia.

Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT, Indra Efendi 
Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT, Indra Efendi  (POS-KUPANG.COM/HO-)

“Saya berharap perayaan Paskah ini dapat menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk memperdalam iman dan spiritualitas mereka, serta untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama,” pungkasnya. 

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Paskah 2025 kepada seluruh umat Kristiani di NTT. 

Ketua PHDI NTT, I Wayan Darmawa mengatakan, umat Hindu di NTT turut mendoakan agar perayaan Paskah yang merupakan hari besar keagamaan umat Kristiani dapat berjalan dengan baik, aman, dan damai.

"Paskah adalah hari raya yang memiliki arti penting dalam penguatan keyakinan, kebangkitan, dan kepercayaan umat Kristiani pada ajaran suci Yesus Kristus. Semoga momentum ini memperkokoh cinta kasih pada sesama, mendorong hidup yang penuh kebajikan, serta menciptakan kedamaian untuk kehidupan yang lebih sejahtera," ujar I Wayan.

Lebih lanjut, ia menegaskan, sebagai sesama umat beragama yang percaya pada kemahakuasaan Tuhan, Paskah diyakini membawa dampak baik tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi umat beragama lainnya. 
Menurutnya, saling mendoakan dalam setiap perayaan hari besar keagamaan merupakan tindakan mulia yang memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial.

"Setiap umat beragama diharapkan tetap setia, teguh, dan tanpa ragu dalam menjalankan ajaran agama masing-masing dengan baik dan benar. Itulah yang menjadi modal utama dalam membangun diri, keluarga, masyarakat, daerah, serta bangsa dan negara," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved