Selasa, 5 Mei 2026

Uskup Petrus Turang Wafat

LIPSUS: Selamat Jalan Mgr. Petrus Turang Hari Ini Tujuh Uskup Hadiri Pemakaman 

Sebanyak tujuh uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia menghadiri upacara pemakaman Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PRIBADI
Mendiang Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang Pr saat merayakan pesta perak pada 27 Juli 2022 lalu.  

"Satu waktu malam Kamis Putih, beliau menyiapkan peralatan makan untuk perjamuan dan memanggil kami semua untuk makan bersama," ungkap Magdalena. 

Magdalena menjelaskan, ada 12 ekor anjing yang dipelihara di Rumah Keuskupan Agung Kupang. Moris, anjing jantan menjadi sahabat setia yang selalu berada di sisi Mgr. Petrus Turang hingga akhir hayatnya.

Moris, Anjing peliharaan yang selalu setia menemani Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr. hingga akhir hayat
Moris, Anjing peliharaan yang selalu setia menemani Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr. hingga akhir hayat (POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN)

Berbeda dari 11 anjing lainnya yang tinggal di luar rumah, Moris diperbolehkan berada di dalam, bahkan di ruang tamu dan kamar pribadi Mgr. Petrus Turang.

“Moris adalah anjing istimewa di mata uskup, anjing yang sangat dekat dan disayang Bapa Uskup,” ungkap Magdalena.

Kisah Moris menjadi semakin mengharukan menjelang wafatnya Mgr. Petrus Turang di Jakarta pada Jumat (4/4) pada pukul 06.20 Wib. Magdalena menceritakan momen mengharuhkan yang terjadi di Kupang pada hari itu. 

“Pukul 05.00 Wita, saya dengar Moris menangis di depan kamar Uskup. Dia terlihat gelisah.

Baca juga: LIPSUS: Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Mengabdi untuk Rakyat Kecil

Sesekali mencakar-cakar pintu. Anehnya, anjing lain tidak menangis. Mungkin dia sudah punya firasat akan kepergian Bapa Uskup,” kenangnya.

Firasat Moris seolah menjadi tanda dari ikatan batin yang mendalam dengan tuannya. Setelah kepergian Mgr. Petrus Turang, Moris sering keluar masuk kamar uskup.  

“Moris mondar-mandir ke kamar, seolah sedang mencari,” ujar Magdalena. (rey/Iar/uge/rob/ria/uan) 

Membangun Persatuan dan Keberagaman di NTT

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, Muhamad Ms mengenang jasa dan kontribusi besar Emeritus Mgr. Petrus Turang yang telah meninggalkan jejak penting dalam memperkuat persatuan dan keberagaman di NTT.

Menurutnya, Mgr. Petrus Turang dikenal sebagai seorang pemimpin yang penuh kasih, bijaksana, dan terbuka terhadap dialog antaragama.

"Dalam berbagai kesempatan, beliau sering menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat, terlebih di NTT yang terdiri dari berbagai suku dan agama,” ujarnya. 

Kata Muhamad, Mgr Petrus Turang bukan hanya seorang pemimpin agama, tapi juga sahabat bagi semua.

“Beliau selalu mendorong kami untuk menjaga rasa saling menghormati dan memahami perbedaan,” ujar Muhamad, Senin (7/4). 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, Muhamad Ms
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, Muhamad Ms (POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL)

Dijelaskan, kolaborasi dengan MUI dan berbagai organisasi keagamaan lainnya sangat berarti dalam membangun kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk ini. 

Salah satu kenangan yang tak terlupakan bagi MUI Lota Kupang adalah keterlibatan aktif Mgr. Turang dalam berbagai kegiatan bersama, termasuk dialog antaragama dan program-program sosial yang melibatkan umat Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan agama lainnya.

Dialog yang diprakarsai Mgr Turang,  sering kali menjadi jembatan untuk mengatasi ketegangan dan memahami nilai-nilai bersama.

Baca juga: Kenangan Ketua DPRD NTT Emi Nomleni Bersama Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang

“Meskipun beliau seorang pemimpin Katolik, semangat beliau dalam bekerja untuk kebaikan umat manusia sangat universal dan menginspirasi kami,” ungkapnya. 

Kenangan tentang Mgr. Petrus Turang tetap hidup dalam hati setiap orang yang pernah bekerja bersamanya, dan semangatnya untuk membangun masyarakat yang lebih baik akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi Nusa Tenggara Timur. 

Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kupang, Wayan Darmawa menilai Uskup Mgr. Petrus Turang adalah sosok pemimpin agama yang lembut, humoris, hangat, komunikatif dan cepat akrab.

"Beliau punya pengetahuan  luas, cerdas, disiplin waktu dalam setiap pertemuan lembaga agama. Dalam memberikan input, jelas, tegas, bernas dan solutif," kata Wayan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kupang, Wayan Darmawa
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kupang, Wayan Darmawa (POS-KUPANG.COM/HO)

Lanjut Wayan, kritik beliau tajam  dengan gaya penyampaian  khas yaitu lembut dan penuh senyum.

Selain itu, Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang, Pr punya kedekatan sangat baik dengan umat Hindu NTT karena pernah  hadir pada beberapa kali even keagamaan dan juga pernah hadir di Pura.

Sebagai Ketua PHDI NTT, dirinya sangat merasakan atensi dan penghargaan beliau pada sesama pimpinan lembaga agama.

"Kini beliau telah kembali ke pangkuan Tuhan dengan bekal jasa budi baik dan kebajikan selama di dunia. Karena itu kami dan umat Hindu NTT  mendoakan arwah beliau bahagia  bersama Tuhan di Surga," katanya.

Baca juga: FKUB Provinsi NTT Mengenang Uskup Emeritus Petrus Turang, Gembala yang Penuh Kasih dan Konsisten

Wayan Darmawa juga mengatakan, umat Hindu NTT akan mengenang kebajikan beliau dengan meneruskan jejaknya dengan menjaga kerukunan  dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama guna mendukung kebijakan Pemerintah Ayo Bangun NTT untuk mewujudkan NTT yang lebih sejahtera.

"Umat Hindu NTT turut berduka cita yang mendalam atas dipanggilnya beliau ke pangkuan Tuhan, semoga arwahnya berbahagia di Surga," pungkasnya. (Iar/moa)

Terjunkan 100 Personel 

Polresta Kupang tetap menjaga keamanan pada misa pemakaman Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang (KAK), Mgr. Petrus Turang pada Selasa (8/4) hari ini.

Kapolresta Kupang, Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung, S.H., S. I. K., M.Si kepada Pos Kupang, Senin (7/4) menjelaskan, pihak Polresta tetap menyiapkan pengamanan seperti saat penjemputan.

Selain pengamanan, pihaknya tetap mengawal dan melakukan rekayasa lalu lintas saat Misa Requem hingga sata Misa pemakaman di Gereja Katedral, Kristus Raja, Kupang.

KAPOLRESTA - Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung.
KAPOLRESTA - Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung. (POS-KUPANG.COM/HO)

"Kami tetap siapkan pengamanan dan pengawalan serta rekayasa lalu lintas seperti saat penjemputan," kata Aldinan Kapolresta saat dihubungi via WhatsApp.

Dikatakan, jumlah yang diturunkan 100 personel, terdiri dari satuan lantas, samapta, intelijen, dan reskrim.

Sedangkan rekayasa laku lintas akan dilakukan di beberapa titik sekitaran Gereja Katedral Kristus Raja, Kupang.
Kapolresta Aldinan mengimbau masyarakat yang datang mengikuti misa pemakaman agar mengikuti dengan tertib dan khidmat tanpa menganggu masyarakat lain yang beraktifitas.

Lanjut Aldinan, khusus bagi pengendara yang melintas untuk mematuhi peraturan lalu lintas dengan kelengkapan diri dan kelengkapan kendaraan sehingga semua aktifitas masyarakat dapat berjalan aman,selamat dan lancar. (moa) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved