Kamis, 11 Juni 2026

Esthon Foenay Sidak Gudang Bulog, Stok Pangan di NTT Aman Hingga 6 Bulan

Sidak dilakukan atas instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mendata ketersediaan pangan masyarakat saat ini dan beberapa bulan ke depan.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/Sipri Seko
SIDAK BULOG - Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Foenay saat meninjau Gudang Perum Bulog Wilayah NTT di Kelurahan Alak, Kota Kupang, Senin (4/5/2026). 

Ringkasan Berita:- Atas perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan stok pangan di Indonesia aman
- Saat ini stok beras di Gudang Bulog Kupang sebanyak 5.100 ton ditambah 3.000 ton dalam perjalanan
- Stok ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Lelyloh Foenay melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Wilayah  NTT, Senin (4/5). Sidak dilakukan atas instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mendata ketersediaan pangan masyarakat saat ini dan beberapa bulan ke depan.

Di Gudang Bulog, Esthon didampingi tenaga ahli fraksi, M. Agung Hardiyanto, M.Han dan rombongan disambut Manager Bisnis Bulog Kupang, Erlita Mautang dan Kepala Gudang, Yosep Yogi Kore. Esthon mengunjungi lima gudang milik Bulog yang ada di Kelurahan Alak, Kota Kupang.

Dalam keterangannya, Erlita menjelaskan, total beras yang ditampung di gudang Alak sebanyak 5.100 ton yang berasal dari Jawa Timur, Provinsi NTB bahkan ada yang didatangkan dari Sulawesi Selatan.

“Kami juga menampung beras lokal yakni 138 ton yang berasal dari Sulamu Naibonat dan terbanyak dari Oesao. Kami beli gabah dari masyarakat seharga Rp 12.000/kilogram,”tegasnya.

Untuk menjamin stok tetap aman maka saat ini Bulog sementara mendatangkan beras dari luar sebanyak 3.000 ton. “Dari stok yang ada ini, cukup untuk enam bulan kedepan,”tambah Yosep Yogi Kore.

Esthon di Gudang Bulog Wilayah NTT
SIDAK BULOG - Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Foenay saat meninjau Gudang Perum Bulog Wilayah NTT di Kelurahan Alak, Kota Kupang, Senin (4/5/2026).

Tak hanya itu, Bulog pun membeli jagung milik masyarakat yakni dari Sulamu dan Semau sebanyak 400 ton. “Terbanyak dari Sulamu,”tambah Yogi.

Esthon Foenay menyampaikan bahwa kedatangannya ke gudang Bulog semata-mata atas instruksi Presiden Prabowo agar semua bergerak memantau ketersediaan pangan seluruh Indonesia.

“Setelah saya kunjungi, lima gudang yang ada di Kota Kupang, stok kita cukup banyak bahkan terproyeksi hingga enam bulan ke depan. Semua tidak perlu ragu karena stok yang sedang dalam perjalanan juga lumayan banyak yakni 3.000 ton,” ujar mantan wakil gubernur NTT ini.

“Kita bangga bahwa seperti yang pak presiden sampaikan bahwa hingga kemarin, ketersediaan logistik kita masih bisa diproyeksikan aman. Itu cukup luar biasa karena untuk NTT, selain kebutuhan beras, jagung juga makanan pokok termasuk saya pemakan jagung,” tegasnya.

 

138 Ton Dibeli dari Petani

Ditambahkan Erlita, saat ini Perum Bulog Wilayah NTT juga membeli gabah langsung dari petani. Saat ini, ujarnya, stok beras lokal petani Naibonat dan Oesao yang ada gudang sebanyak 138 ton. Jumlah ini, kata Erlita, akan bertambah karena saat ini para petani sudah mulai panen.

“Saat ini kita punya 138 ton beras lokal. Beras ini kita ambil dari Oesao dan Naibonat dengan membeli gabah petani. DIlihat dari stok setiap tahun, tahun ini mengalami peningkatan. Namun jumlahnya kita akan tahu setelah panen ini di mana puncak dari panen adalah di bulan Mei ini,” kata Erlita.

“Atas laporan tersebut, saya patut memberikan apresiasi atas kinerja Bulog NTT. Dalam semangat efisiensi, mereka mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat sehingga stok pangan masih aman untuk beberapa bulan ke depan,” tegas Esthon. (eko)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved