Esthon Foenay Sidak Gudang Bulog, Stok Pangan di NTT Aman Hingga 6 Bulan
Sidak dilakukan atas instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mendata ketersediaan pangan masyarakat saat ini dan beberapa bulan ke depan.
Ringkasan Berita:- Atas perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan stok pangan di Indonesia aman- Saat ini stok beras di Gudang Bulog Kupang sebanyak 5.100 ton ditambah 3.000 ton dalam perjalanan- Stok ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Anggota Komisi II DPR RI, Esthon Lelyloh Foenay melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Wilayah NTT, Senin (4/5). Sidak dilakukan atas instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mendata ketersediaan pangan masyarakat saat ini dan beberapa bulan ke depan.
Di Gudang Bulog, Esthon didampingi tenaga ahli fraksi, M. Agung Hardiyanto, M.Han dan rombongan disambut Manager Bisnis Bulog Kupang, Erlita Mautang dan Kepala Gudang, Yosep Yogi Kore. Esthon mengunjungi lima gudang milik Bulog yang ada di Kelurahan Alak, Kota Kupang.
Dalam keterangannya, Erlita menjelaskan, total beras yang ditampung di gudang Alak sebanyak 5.100 ton yang berasal dari Jawa Timur, Provinsi NTB bahkan ada yang didatangkan dari Sulawesi Selatan.
“Kami juga menampung beras lokal yakni 138 ton yang berasal dari Sulamu Naibonat dan terbanyak dari Oesao. Kami beli gabah dari masyarakat seharga Rp 12.000/kilogram,”tegasnya.
Untuk menjamin stok tetap aman maka saat ini Bulog sementara mendatangkan beras dari luar sebanyak 3.000 ton. “Dari stok yang ada ini, cukup untuk enam bulan kedepan,”tambah Yosep Yogi Kore.
Tak hanya itu, Bulog pun membeli jagung milik masyarakat yakni dari Sulamu dan Semau sebanyak 400 ton. “Terbanyak dari Sulamu,”tambah Yogi.
Esthon Foenay menyampaikan bahwa kedatangannya ke gudang Bulog semata-mata atas instruksi Presiden Prabowo agar semua bergerak memantau ketersediaan pangan seluruh Indonesia.
“Setelah saya kunjungi, lima gudang yang ada di Kota Kupang, stok kita cukup banyak bahkan terproyeksi hingga enam bulan ke depan. Semua tidak perlu ragu karena stok yang sedang dalam perjalanan juga lumayan banyak yakni 3.000 ton,” ujar mantan wakil gubernur NTT ini.
“Kita bangga bahwa seperti yang pak presiden sampaikan bahwa hingga kemarin, ketersediaan logistik kita masih bisa diproyeksikan aman. Itu cukup luar biasa karena untuk NTT, selain kebutuhan beras, jagung juga makanan pokok termasuk saya pemakan jagung,” tegasnya.
138 Ton Dibeli dari Petani
Ditambahkan Erlita, saat ini Perum Bulog Wilayah NTT juga membeli gabah langsung dari petani. Saat ini, ujarnya, stok beras lokal petani Naibonat dan Oesao yang ada gudang sebanyak 138 ton. Jumlah ini, kata Erlita, akan bertambah karena saat ini para petani sudah mulai panen.
“Saat ini kita punya 138 ton beras lokal. Beras ini kita ambil dari Oesao dan Naibonat dengan membeli gabah petani. DIlihat dari stok setiap tahun, tahun ini mengalami peningkatan. Namun jumlahnya kita akan tahu setelah panen ini di mana puncak dari panen adalah di bulan Mei ini,” kata Erlita.
“Atas laporan tersebut, saya patut memberikan apresiasi atas kinerja Bulog NTT. Dalam semangat efisiensi, mereka mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat sehingga stok pangan masih aman untuk beberapa bulan ke depan,” tegas Esthon. (eko)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
Esthon Leyloh Foenay
Anggota Komisi II
Kepala Gudang Bulog
Gudang Bulog
Bulog Wilayah NTT
POS-KUPANG.COM
Kelurahan Alak
| Harga Buyback Emas Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini 8 Juni 2026 |
|
|---|
| Cek Rincian Harga Emas Logam Mulia Hari Ini Senin 8 Juni, Galeri24 dan Antam Naik, UBS Turun |
|
|---|
| Jadwal Kapal Pelni Kelud 9-28 Juni 2026: Jakarta, Batam, Tanjung Balai Karimun, Belawan |
|
|---|
| DPRD NTT Ingatkan Pembangunan KDKMP Tak Boleh Korbankan Masyarakat |
|
|---|
| PHC Labuan Bajo akan Olah Sampah di Pulau Padar Jadi Produk Bernilai Guna Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Esthon-sidak-bulog-stok-aman.jpg)