Uskup Petrus Turang Wafat
Opini: Uskup Turang, Sang Gembala Pemberdayaan Masyarakat
Saya tulis sebagai penghargaan kepada beliau, sang gembala yang memberi keteladanan pada komitmen teristimewa bagi yang miskin.
Kita tentu menyadari keprihatinan Gereja secara ideologis (teologis, gerejawi) untuk mendahulukan kaum miskin terungkap dalam sejarah yang panjang.
Keprihatinan Gereja untuk mendahulukan kaum miskin sudah mulai sejak Paus Leo XIII( 1878-1903) hingga sekarang ini (Donald Dorr).
Ideologi pemihakan terhadap kaum miskin oleh Gereja telah berjalan dalam sejarah yang panjang, namun mengapa tidak cukup kelihatan dampak pemihakan itu pada konteks sosial kita atau Gereja cukup berhasil membuat orang beragama tetapi belum cukup berhasil membuat umatnya bebas dari kemiskinan?
Atau Gereja getol berbicara tentang Allah yang tersalib namun kurang menampakkan ketegaran membela umat yang tersalib?
Institusi negara dan aparatusnya yang berkuasa, realitas sosial dan manajemen ekonomi dapat dicurigai terlibat dalam pemiskinan masyarakat NTT, dapatkah agama Katolik/Gereja Katolik sebagai institusi juga dicurigai terlibat dalam praktek yang sama?
Kekuasaan tidak hanya menyangkut masalah politik kenegaraan. Agama adalah juga suatu bentuk kekuasaan (Foucault).
Kekuasaan dalam perspektif Foucault memberi tekanan pada seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan-tindakan lain melalui rangsangan, persuasi atau melalui paksaan dan larangan.
Pemahaman kekuasaan seperti ini memungkinkan melihat agama sebagai bentuk kekuasaan yang sangat berpengaruh. Agama merupakan lembaga produksi kekuasaan-pengetahuan yang dahsyat.
Kalaupun berteologi maka realita ini mestinya menghentak Gereja untuk berteologi dari bawah akar rumput.
Pilihan ini mengakui dalam ekonomi keselamatan Allah, pemahaman tidak diperoleh dari sudut kelompok yang berada pada puncak tangga kehidupan, tapi dari sudut mereka yang berada pada dasar tangga tersebut.
Membaca atau melihat dari bawah tercermin dalam pernyataan teolog Bonhoeffer, ”Masih terdapat suatu pengalaman yang nilainya tiada taranya. Akhir-akhir ini, kita telah belajar untuk melihat peristiwa-peristiwa besar di dalam sejarah dunia dari bawah, dari sudut pandang kaum buangan, dicurigai, dianiaya, tak berdaya, tertindas, dihina”.
Kemiskinan adalah pesoalan kompleks. Tak bisa diatasi teologi dan ritus atau teori pembangunan saja. Perlu juga memperhatikan karakteristik daerah dan perilaku tertentu. Komunitas basis gerejani (KBG) lebih memahami konteks.
KBG sebagai gerakan sangat dekat dengan kaum miskin. Mesti disadari pelaku utama yang mampu menanggulangi kemiskinan adalah kaum miskin sendiri.
Pemberdayaan kaum miskin lewat KBG diyakini lebih tepat dan cepat. Dan uskup Turang telah berusaha untuk itu.
Pola Komunikasi Pemberdayaan
Eduardus Dosi
Petrus Turang
Opini Pos Kupang
Edu Dosi
Uskup Emeritus Petrus Turang
Uskup Agung Kupang
Ratusan Umat Menghadiri Misa 40 Hari Mengenang Mgr. Petrus Turang |
![]() |
---|
Uskup Larantuka Mengenang Mgr Petrus Turang Pr Sebagai Sosok yang Peduli Pemberdayaan Umat |
![]() |
---|
Mgr. Hironimus Pakaenoni Sebut Semasa Hidup Mrg. Petrus Turang Telah Menunjukkan Iman yang Kokoh |
![]() |
---|
LIPSUS: Gubernur Melki Menangis, Ribuan Umat Hadiri Pemakaman Uskup Petrus Turang |
![]() |
---|
Mgr Antonius Subianto Bunjamin: Kita Kehilangan Orang yang Jasa dan Cintanya Luar Biasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.