Uskup Petrus Turang Wafat
Opini: Uskup Turang, Sang Gembala Pemberdayaan Masyarakat
Saya tulis sebagai penghargaan kepada beliau, sang gembala yang memberi keteladanan pada komitmen teristimewa bagi yang miskin.
Katarina Kewa Sabon Lamablawa (April 5, 2025) mencatat Uskup Petrus Turang menyapa, mendengar, dan hadir dengan sepenuh hati.
Dari pelosok desa terpencil di Pulau Alor, Rote, Sabu, Semau, dan daratan Timor, hingga ke pusat Kota Kupang, Mgr. Petrus tidak pernah segan untuk turun langsung ke tengah umat.
Ia melihat dengan mata sendiri kondisi nyata umatnya, berbicara dengan para orang muda, menyalami umat paroki satu per satu, dan menyentuh luka-luka sosial yang dialami masyarakat.
Baginya, menjadi gembala berarti berjalan bersama kawanan domba, bukan mengatur dari kejauhan. Dan dalam jejak langkahnya, kasih Kristus dinyatakan lewat perhatian konkret, pelayanan yang rendah hati, dan kesetiaan yang tanpa pamrih.
Tak terhitung jumlah stasi dan komunitas umat basis (KUB) yang dikunjungi Mgr. Petrus Turang, bahkan dalam kondisi geografis yang sulit dan medan melelahkan.
Di bawah terik matahari atau melintasi jalan berbatu dan berdebu, beliau tetap melangkah.
Seorang imam pernah mengisahkan bahwa bagi Uskup Turang, “misi bukan hanya soal berkhotbah, tetapi hadir dan mendengarkan adalah bentuk cinta yang paling nyata.” Itulah wujud nyata dari per transiit benefaciendo.
Mendahulukan Kaum Miskin
Kardinal Suharyo bersaksi, "Saya kenal bapa Uskup Turang ini sejak tahun 1977. Dulu kami belajar bersama-sama, beliau belajar ilmu sosiologi di Roma. Dan pulang sebagai bagian hidupnya diabdikan untuk mengembangkan masyarakat," kata Kardinal Suharyo, Jumat (4/4/2025).
Kardinal Suharyo mengatakan pula Petrus Turang pernah menjabat sekretaris eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Kardinal Suharyo sempat bertemu Mgr. Petrus Turang saat menjalani masa rawat. Ia mengatakan, beliau masih berbicara mengenai tugasnya hingga kemiskinan yang menjadi tantangan yang sangat kuat.
"Waktu saya mengunjungi beliau terakhir, satu minggu yang lalu dia masih terus berbicara setengah sadar mengenai tugas-tugas itu, mengenai keadaan betapa kemiskinan masih menjadi tantangan yang sangat kuat. Itu persis komitmennya sebagai imam, sebagai uskup, sebagai warga negara Indonesia untuk melibatkan diri membangun masyarakat Indonesia."
Gubenur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengenang Turang sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Selama menjadi pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang periode 1997-2024, Turang mendorong masyarakat untuk bertani dan beternak.
”Dan, itu bukan hanya bagi umat Katolik yang dia pimpin, melainkan juga bagi semua umat,” kata Laka Lena.
Prabowo, Presiden Indonesia katakan, "Ya beliau orang baik, selalu berpikir positif dan beliau selalu kerja untuk rakyat kecil. Itu yang saya tahu."
Eduardus Dosi
Petrus Turang
Opini Pos Kupang
Edu Dosi
Uskup Emeritus Petrus Turang
Uskup Agung Kupang
Ratusan Umat Menghadiri Misa 40 Hari Mengenang Mgr. Petrus Turang |
![]() |
---|
Uskup Larantuka Mengenang Mgr Petrus Turang Pr Sebagai Sosok yang Peduli Pemberdayaan Umat |
![]() |
---|
Mgr. Hironimus Pakaenoni Sebut Semasa Hidup Mrg. Petrus Turang Telah Menunjukkan Iman yang Kokoh |
![]() |
---|
LIPSUS: Gubernur Melki Menangis, Ribuan Umat Hadiri Pemakaman Uskup Petrus Turang |
![]() |
---|
Mgr Antonius Subianto Bunjamin: Kita Kehilangan Orang yang Jasa dan Cintanya Luar Biasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.