Uskup Petrus Turang Wafat
Opini: Selamat Jalan Monsinyur Turang
Salah satu pesan Monsinyur yang disampaikan dalam artikel beliau ketika itu adalah tentang panggilan hidup.
Solidaritas kristiani adalah peduli sesama tanpa memandang suku, agama dan golongan dalam semua aspek kehidupan. Sebagai makluk sosial, manusia perlu membangun semangat persaudaraan dan persahabatan.
Termasuk di dalamnya adalah kegiatan ekonomi yang pasti lebih berat karena sangat akrab dengan persoalan "untung rugi".
Di sini kita perlu saling melayani dan melengkapi untuk membangun jati diri manusia beriman yang lebih lengkap.
Kebersamaan dengan Mgr.Petrus Turang ini jadi kenangan indah yang sulit dilupakan.
Pesan pesannya terus membekas serta menjiwai perjalanan hidup kami sebagai pengusaha. Juga teman teman yang berprofesi lain.
Salah satu kenangan indah lain "pertransit benefaciendo" Mgr. Petrus Turang adalah ketika bersama beliau mengunjungi paroki St.Kristoforus di Ba'a, Kabupaten Rote Ndao yang saya lupa tanggalnya.
Dalam perjalanan patroli Monsinyur yang memang suka patroli ini, kami dapat banyak tambahan pengetahuan dan pesan tentang bagaimana seharusnya seorang pengusaha menjalani profesinya.
Beliau kembali menekankan tentang Ajaran Sosial Gereja. Satu hal penting yang saya ingat dari pelayaran dari Bolok-Kupang menuju Ba'a-Rote ini adalah ajaran beliau yang selalu dikenal rasional tentang hutang budi.
Bahwa sukses seorang pengusaha karena ia murah hati tidak harus dilihat dari perspektif iman semata. Siapapun yang dibantu pasti akan merasa berhutang budi.
Maka bila ada peluang usaha yang ia ketahui, anda pasti akan jadi orang pertama yang ditawarinya.
Tempat pertama yang akan didatanginya ketika ia ingin membeli sesuatu pasti tempat jualan anda yang pernah menolongnya.
Masih banyak yang ingin saya tulis. Berbagi cerita bersama Monsinyur selama masa masa pembangunan Taman Doa Yesus Maria di Oebelo -Kupang.
Seringkali beliau berada di sana selama berjam-jam. Kadang datang pagi dan pulang ketika hari mulai gelap.
Perjalanan bersama dalam patroli Monsinyur ke paroki Hati Tersuci Maria-OeEkam. Perjalanan ke paroki Yesus Gembala Yang Baik di Kalabahi-Alor.
Pentahbisan kapela kapela yang dibangun komunitas PIKAT termasuk Kapela
terakhir Maria Bertaburan Rahmat (MBR) Kuasaet-Petuk pada tanggal 25 Februari 2024.
| Ratusan Umat Menghadiri Misa 40 Hari Mengenang Mgr. Petrus Turang |
|
|---|
| Uskup Larantuka Mengenang Mgr Petrus Turang Pr Sebagai Sosok yang Peduli Pemberdayaan Umat |
|
|---|
| Mgr. Hironimus Pakaenoni Sebut Semasa Hidup Mrg. Petrus Turang Telah Menunjukkan Iman yang Kokoh |
|
|---|
| LIPSUS: Gubernur Melki Menangis, Ribuan Umat Hadiri Pemakaman Uskup Petrus Turang |
|
|---|
| Mgr Antonius Subianto Bunjamin: Kita Kehilangan Orang yang Jasa dan Cintanya Luar Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Theo-Widodo-PIKAT.jpg)