Selasa, 2 Juni 2026

Uskup Petrus Turang Wafat

Opini: Selamat Jalan Monsinyur Turang

Salah satu pesan Monsinyur yang disampaikan dalam artikel beliau ketika itu adalah tentang panggilan hidup.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Theodorus Widodo 

Kami tidak tahu alasan di balik empat dogma penting Gereja tentang Bunda Maria yang membuat Bunda Yesus ini sangat dihormati dan menempati posisi tertinggi di antara semua orang kudus. 

Keprihatinan ini membawa kami pada satu keputusan. Pengetahuan yang dangkal ini harus didalami agar kami tahu alasan dibalik semuanya. 

Beriman dengan nalar itu baik adanya. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan termulia karena ia berakal budi.

Maka setelah berdiskusi dengan para pastor dan terutama dengan Mgr. Turang, terbentuklah Komunitas Pendalaman Iman Katolik disingkat PIKAT pada tanggal 15 Juli 2005. 

Sejak itu "kuliah" gratis dengan pengajar kaum tertahbis (tidak boleh awam) ini rutin dilaksanakan sampai sekarang. 

Harapan Monsinyur, PIKAT harus bisa jadi salah satu gerakan awam Katolik untuk melengkapi semua gerakan yang ada semisal Kharismatik, Legio Maria, Marriage Encounter, Pasukris dll yang misi gerakannya bukan pada pengajaran tentang iman atau doktrin Gereja. 

Pesan Monsinyur, kami harus terus lakukan pendalaman iman secara komprehensif, bukan hanya Alkitab saja. Iman Katolik tidak hanya bertumpu pada Alkitab saja.

Salah satu pesan Monsinyur yang disampaikan dalam artikel beliau ketika itu adalah tentang panggilan hidup.

Bahwa manusia harus bekerja supaya ia hidup baik dan berkecukupan. Dengan kerja, manusia membangun hubungan dengan sesama dan alam ciptaan Tuhan. 

Manusia berperan sebagai mitra Allah dalam mengembangkan dunia agar jadi indah dan bermutu bagi manusia itu sendiri. 

Dan manusia yang berkegiatan ekonomi adalah pemeran utama dalam mewujudkan ketersediaan kebutuhan hidup. Dengan tersedianya barang dan jasa, manusia mengambil peran dalam karya penciptaan Tuhan.

Dengan bergiat dalam bidang ekonomi, manusia menjawab panggilan Tuhan untuk "mengolah dan memelihara" dunia ciptaanNya.

Juga para pengusaha dalam pelbagai kegiatan ekonominya harus belajar menjadi murid Kristus yang baik. 

Mereka harus membangun kekudusan diri dengan prinsip tidak boleh merugikan sesama, terutama yang miskin dan lemah.

Ini sejalan dengan Ajaran Sosial Gereja yang bertumpu pada solidaritas yang merupakan perwujudan perintah cinta kasih Kristus dalam tata dunia yang baik dan harmonis. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved