Selasa, 2 Juni 2026

Uskup Petrus Turang Wafat

Opini: Terima Kasih Monsinyur

Beliau menyambut kami dengan hangat sambil salaman di pintu masuk ruangan. Kesempatan langka ini membuat kami sedikit kikuk.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOK KAWALI.ORG
Mgr. Petrus Turang 

Penekanan Konsili tentang keluarga-keluarga sebagai seminari pertama, pada gilirannya memberikan awasan bagi calon-calon imam dan imam untuk selalu merawat panggilan yang dianugerahkan kepadanya dalam hubungan dengan keluarga, tempat pertama benih-benih panggilan itu ditaburkan, bertumbuh dan berkembang. 

Hal ini juga serentak menjadi pengingat manakala hubungan itu mulai memudar akibat kekeliruan menafsirkan kehadiran pihak-pihak lain di sepanjang upaya menjawabi panggilan yang menawarkan bantuan, donasi dan lain sebagainya. 

Nasihat Mgr. Petrus Turang tentang fenomena ini perlu secara jujur diungkapkan bahwa ada juga calon-calon imam termasuk imam yang oleh karena donasi, bantuan dan privilese-privilese dari pihak-pihak lain, justru membuat hubungan dengan keluarga inti menjadi renggang bahkan nyaris putus. 

Merawat panggilan bersama dan di dalam keluarga merupakan kewajiban yang tidak mengenal untung-rugi. Hal ini wajib dilaksanakan karena panggilan itu pada hakikatnya lahir dari keluarga dan melalui keluargalah panggilan itu pertama-tama ditanamkan, dirawat dan didoakan (L. Prasetya, 2014). 

Peranan keluarga tidak selesai setelah masa formasi. Justru sebaliknya peranan keluarga sebagai pendukung dan pendoa utama terus berlanjut lebih intens selama masa pelayanan imamat seorang imam. 

Bertahun-tahun kemudian saya menyadari bahwa kenyataan inilah yang dilihat oleh Mgr. Petrus Turang dan dinasihatkan kepada kami di dalam pertemuan kala itu. 

Tekun Berdoa dan Belajar

Selain menekankan pentingnya merawat hubungan dengan keluarga, Bapak Uskup juga menyoroti pentingnya hidup doa dan ketekunan dalam belajar. 

Menurut beliu  hidup di Seminari Tinggi membutuhkan konsentrasi belajar yang intens, tetapi satu hal yang tidak pernah boleh dilupakan adalah kekuatan hidup doa. 

Di satu pihak, ketekunan mempelajari ilmu filsafat, teologi, Kitab Suci dan ilmu-ilmu humaniora  lainnya membentuk calon imam sebagai pelayan yang berkompeten dan berkualitas untuk pelayanan di masa-masa mendatang namun di lain pihak, ketekunan dalam hidup doa akan membentuk spiritualitas hidup setiap calon imam sebagai manusia pendoa (man of prayer) yang siap menghadapi tantangan hidup zaman yang kian sekular. 

Mgr Petrus Turang Pr saat mengumumkan Romo Hironimus Pakaenoni Pr sebagai Uskup Agung Kupang yang baru dalam Perayaan Ekaristi Minggu Laetare sekaligus Minggu Prapaskah IV di Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, Sabtu 9 Maret 2024 Malam.
 
Mgr Petrus Turang Pr saat mengumumkan Romo Hironimus Pakaenoni Pr sebagai Uskup Agung Kupang yang baru dalam Perayaan Ekaristi Minggu Laetare sekaligus Minggu Prapaskah IV di Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, Sabtu 9 Maret 2024 Malam.   (POS-KUPANG.COM/ EKLESIA MEI)

Mgr. Petrus Turang menekankan pentingnya mempelajari filsafat dan teologi sebagai syarat utama  di bidang formasi intelektual bagi seorang calon imam mengingat filsafat memberikan dasar-dasar berpikir yang terukur, sistematis dan logis di samping ilmu teologi yang membantu seorang calon imam merefleksikan dengan baik dan benar Iman Kristiani sebagaimana telah diwariskan oleh Gereja melalui Kitab Suci, Tradisi dan Magisterium Suci. 

Melalui filsafat dan teologi setiap calon imam dibantu untuk menempatkan pilihan-pilihan mendasar pada Kristus dan panggilan-Nya serta mampu mengapresiasi kekayaan iman dalam terang bimbingan spiritual secara intensif (D. Gusti Bagus Kusumawanta, 2011). 

Tentang hidup doa, Bapak Uskup menekankan pentingnya Ekaristi, membaca Kitab Suci dan ibadat Brevir. 

Melalui Ekaristi, setiap calon imam dan imam secara berkanjang mengkonfigurasikan hidup dan panggilannya pada Kristus sendiri. 

Ekaristi menguatkan hidup dan menghadirkan kebaruan secara terus-menerus di dalam proses menjawab panggilan. 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved