Mantan Bupati TTU Tenggelam
Catatan Duka Mengenang Ade Bupati Ray
Dalam sepuluh tahun beliau menjadi Bupati TTU, saya terbiasa menyapanya dengan "Ade Bupati Ray".
Ingatan beta pada kelima nama anggota baru tersebut, lebih karena memori beta mencatat bahwa dalam masa penggodokan calon anggota baru GMNI Kupang angkatan tahun 1995 ini, kelima nama ini cukup dinamis dalam hal berpendapat/bertukar gagas.
Mereka juga cukup aktif bersosialisasi selama masa PPAB (Pekan Penerimaan Anggota Baru), serta sesekali bersuara kritis terhadap kekhilafan panitia pelaksana PPAB.
Yang sempat beta tahu, trio cowok dari kelima nama anggota baru ini (Ray, Yoppy, dan Martin) amat karib dalam pergaulan mereka.
Ketiganya punya kebiasaan suka "baku olok badan" (berguyon) dalam gradasi atau level yang "rusak punya" (bermakna kocak/lucu dalam tingkat nilai rasa berguyon khas orang NTT).
Bila diungkapkan dengan idiom bahasa Kupang, maka cara berguyon si trio ini memang "su ngeri punya na".
Beta sonde, sekurang-kurangnya kurang terlalu tahu, apakah kebiasaan berguyon mereka semasa mahasiswa masih sama ketika mereka telah tiba pada area pencapaian profesi mereka masing-masing.
Feeling beta, ketiganya kalau masih suka berguyon, maka gradasi kengeriannya pasti agak menurun, ya ada kesadaran untuk "ukur-ukur badan" juga, mengingat usia yang terus menua dan kapasitas formal publik yang menempel pada diri mereka masing-masing.
Pasca migrasi beta ke Jakarta tahun 1995 itu, kendati tetap melaksanakan "tugas dari jauh" sebagai Sekretaris DPC GMNI Kupang, beta praktis tidak lagi intens memantau kiprah adik-adik kader GMNI angkatan 1995.
Namun, lebih dari lima tahun setelahnya, beta mendengar kabar bahwa Ray telah terpilih sebagai wakil rakyat TTU. Ray bahkan berhasil meraih posisi Wakil Ketua DPRD TTU.
Beta sama sekali tidak kaget mendengar kabar pencapaian Ray di panggung politik lokal TTU, sebab beta telah melihat manifestasi talenta kepemimpinannya saat dulu ia mulai menempa diri di GMNI Kupang.
Perjumpaan dengan Wakil Bupati TTU
Melompat ke perjalanan waktu ke tahun 2007, pada momen seminar kebangsaan memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni, dan Harlah Bung Karno 6 Juni, yang diselenggarakan oleh GMNI Cabang Ende.
Momen itu berimpitan dengan suasana politik pasca Pilkada Kota Kupang, dan beberapa pekan sebelum pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih yakni Daniel Adoe dan Daniel Hurek (Duo Dan).
Saat itu, beta yang sedang mengabdi sebagai Tenaga Ahli Kemenpora RI di Jakarta, hendak hadir ke Ende, karena sturut diundang sebagai pembicara oleh otoritas GMNI Ende.
Untuk mensiasati kehadiran saya di Ende, saya sengaja meminta pimpinan di Kemenpora agar memberikan tugas pemantauan program Kemenpora di Kupang. Artinya supaya bisa turun ke NTT dengan "nunut" pada SPPD Kemenpora.
Viktus Murin
Raymundus Sau Fernandes
Ray Fernandes
lampara
Timor Tengah Utara
GMNI
Niko Frans
Frans Lebu Raya
| Kesaksian Korban Selamat Insiden Perahu Tenggelam di Perairan Oebubun, Kabupaten Timor Tengah Utara |
|
|---|
| Raymundus Sau Fernandes Sosok Penyayang Keluarga |
|
|---|
| Anggota DPRD Kabupaten TTU: Raymundus Sau Fernandes Sosok Guru Politik |
|
|---|
| Bupati TTU Pimpin Upacara Kedinasan Pemakaman Ray Fernandes |
|
|---|
| Jenazah Dua Korban Perahu Tenggelam Sudah Ditemukan di Desa Oepuah Timor Tengah Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-ray-fernandes_20170407_115342.jpg)