Rabu, 27 Mei 2026

Mantan Bupati TTU Tenggelam

Catatan Duka Mengenang Ade Bupati Ray

Dalam sepuluh tahun beliau menjadi Bupati TTU, saya terbiasa menyapanya dengan "Ade Bupati Ray". 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
Mantan Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes. 

Soal bagaimana teknisnya dari Kupang bisa melanjutkan perjalanan ke Ende, itu urusan nanti. Yang terpenting sampai dulu di Kupang. Beta selalu yakin bahwa kalau sudah tiba di kampung halaman sendiri, maka tidak mungkin terlantar dari dimensi pembiayaan. 

Puji Tuhan, alhamdulilah, pertolongan Tuhan selalu tepat waktu dan tidak pernah terlambat. 

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, S.Pt
Raymundus Sau Fernandes, S.Pt (POS-KUPANG.COM)

Seusai tugas pemantauan Kemenpòra di Kupang, beta berkoordinasi dengan otoritas GMNI Ende dan mendapatkan konfirmasi bahwa Wakil Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes juga akan hadir dalam acara di Ende. 

Bahkan, Wakil Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang juga tokoh sentral GMNI di NTT, telah dijadualkan hadir meresmikan gelaran acara seminar GMNI Ende. 

Singkat cerita, beta memutuskan untuk tidak "mengganggu" senior Frans dalam hal  mengatasi kendala teknis ke Ende. "Plan B" pun dimainkan. 

Setelah berkoordinasi dengan "protokoler tak resmi" dari Wakil Bupati Ray, saya mendapatkan berita bagus bahwa saya bisa berangkat dari Kupang ke Ende atas fasilitasi Wakil Bupati Ray. 

Puji TUHAN, alhamdulilah, kendala teknis yang paling krusial telah teratasi. Su tahu to, kendala teknis itu adalah tiket pp Ende-Kupang. Begitu sudah "takdir" aktivis tipe dompet gemetar seperti beta. 

Setiba di Ende, dalam persiapan akhir pelaksanaan seminar, beta sejenak mengajak bicara pimpinan DPC GMNI Ende yakni Bung Vincen Sangu, dan mendiang Wempi Hadir, representasi unsur panitia. 

Wabup TTU pun telah berada di ruangan acara. Beta bertanya dalam suara agak berbisik ke Vincen dan Wempi, apakah Wabup TTU juga menjadi pembicara dalam seminar. "Tidak Abang Vik, Bang Ray hadir hanya untuk memberi semangat kepada kami adik-adik," begitu kira-kira jawaban Vincen. 

"Begini Ade, nanti tolong klarifikasi kepada peserta seminar mengenai perubahan daftar pembicara. Dengan tetap menghormati rancangan acara yang sudah disiapkan, tolong segera dekati Bang Ray, minta beliau untuk juga berkenan tampil di panggung seminar sebagai pembicara." 

"Secara praksis moral ideologis, bila GMNI di daerah membuat acara sebesar seminar ini, maka sebisa mungkin GMNI harus menampilkan pula tokoh-tokoh alumninya yang telah menjadi pejabat politik pemerintahan di daerah. Ini strategi mengonfirmasikan kepada publik tentang rekam jejak kader GMNI dan keberhasilan kaderisasi GMNI." 

"Ini juga penting untuk menumbuhkan kebanggaan kolektif komunitas GMNI agar semua anggota GMNI selalu termotivasi untuk bergerak maju dalam perjuangan ideologis dengan turut bercermin pada keberhasilan jejak langkah senior-seniornya," begitulah kira-kira beta mengajukan saran. 

Vincen dan Wempi setuju dan bersegera untuk meminta Wabup TTU tampil juga sebagai Pembicara. Puji Tuhan, alhamdulilah, terjadilah demikian seperti yang diharapkan. 

Maka, tampillah di atas panggung sebagai Pembicara adalah beberapa tokoh lokal di Kabupaten Ende, beta selaku Tim Asistensi Kemepora RI, dan Wabup Ray sebagai tokoh birokrasi dari TTU. 

Beberapa jam seusai sesi kami berbicara di seminar tersebut, saat siang hari telah datang bertamu, hadirlah di tengah-tengah peserta seminar Wagub NTT Frans Leburaya untuk meresmikan seremonial rangkaian event seremonial yang telah dirancang oleh GMNI Ende. 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved