Senin, 13 April 2026

Opini

Opini: Jembatan Liliba, Ruang Publik dan Kesehatan Mental Warga Kota Kupang

Jembatan kembar Liliba yang hadir disertai dengan area pedestrian sehingga suasana di sekitar jembatan menjadi hidup dan bersahaja.

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
Jembatan Liliba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

Oleh: Ivan Gideon Fanggidae, S.Sos., MPA
Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Undana - Kupang

POS-KUPANG.COM - Hadirnya jembatan kembar Liliba di akhir tahun 2024 perlu disyukuri sebagai alternatif penyelesaian masalah terkhususnya untuk mengatasi kepadatan trafik lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan di Kota Kupang

Hal ini sangat penting karena terjadi tren peningkatan jumlah kendaraan di Kota Kupang setiap tahunnya (BPS NTT, 2024).

Akan tetapi, bagaimanapun juga label negatif mengenai jembatan Liliba yang tersimpan dalam benak masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya sebagai tempat bagi orang-orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri sulit dihapuskan. 

Oleh karena itu, tulisan ini hendak membahas eksistensi jembatan Liliba yang baru ini dengan pemaknaan baru yang lebih luas.

Hal ini dapat dipandang sebagai upaya untuk memperbaharui citra Jembatan Liliba, sekaligus juga sebagai proposal untuk menjadikan momen kehadiran Jembatan Liliba baru sebagai tonggak awal bagi Pemerintah Kota Kupang untuk lebih memperhatikan kesehatan mental warga kota. 

Oleh karena itu marilah kita menelusuri beberapa faktor yang menjadi titik fokus dalam tulisan ini yang mencoba mengaitkan keberadaan Jembatan Liliba dengan isu kesehatan mental warga kota.

Pertama, isu kemacetan kota yang sering dikeluhkan oleh warga Kota Kupang sedikit banyak telah terjawab dengan kehadiran Jembatan Liliba yang baru. Kemacetan adalah penyebab gangguan kesehatan mental (Kurniawan, 2023). 

Salah satu akibat dari kemacetan adalah munculnya fenomena Road Rage, yaitu ketika pengemudi berperilaku agresif di jalanan sebagai akibat dari munculnya driver anxiety atau kecemasan yang dialami oleh pengemudi (Shamoa-Nir, 2023). 

Perilaku agresif ini bukan hanya membahayakan pengemudi tapi juga pengguna jalan lainnya. 

Oleh karena itu, hadirnya Jembatan Kembar Liliba memiliki nilai vital dalam mengurai kemacetan dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental warga.

Sebagai tambahan, momen ini juga adalah saat yang tepat bagi pemerintah Kota Kupang untuk lebih memperhatikan fasilitas transportasi publik yang masih belum memadai di kota ini. 

Pentingnya hal ini untuk diperhatikan karena hampir tidak ada alternatif lain untuk mengurangi laju peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Kupang selain harus segera menghadirkan fasilitas transportasi public yang layak dan mumpuni dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi dan mobilitas warga Kota Kupang.

Kedua, jembatan kembar Liliba yang hadir disertai dengan area pedestrian sehingga suasana di sekitar jembatan menjadi hidup dan bersahaja. 

Banyak warga yang datang untuk bercengkrama, atau berswafoto ria dengan latar jembatan yang baru, ini merupakan penanda bahwa masyarakat Kota Kupang butuh ruang-ruang publik yang layak sebagai ruang interaksi dan bersosialisasi, tempat di mana mereka bisa rehat dan bersantai sejenak serta merayakan hidup. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved