Opini
Opini: Kota Bersih
Tidak boleh tanaman menderita kekeringan di musim kemarau. Ini tidak berat, hanya perlu keseriusan dari kita, masyarakat dan pemerintah kota.
Usulan Uskup Agung Kupang itu harus diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Kota. Kupang harus benar-benar jadi Ibu Kota Provinsi yang jadi teladan bagi semua kota dan kampung di NTT dalam empat sifat ini, bersih-hijau-segar-sehat.
Kota ini kita punya. Setiap kita harus merasa resah dan risih melihat kota kita tidak bersih. Tidak elok kalau warganya meliuk-liuk di Lipo Plaza dengan ibu-ibu bergincu tebal dan tuan-tuan berpakaian licin mengkilat sementara kotanya tidak bersih.
Semua gedung dalam kota, entah itu rumah susun atau rumah tinggal, kantor, sekolah, rumah-rumah ibadat harus berada dalam naungan pohon-pohon apa pun saja, termasuk pohon sepe yang bunganya merah merona selama empat bulan, Oktober, November, Desember, Januari. Jadikan kota Kupang berciri khas, Kota Sepe.
Penulis dengan sangat gembira menulis artikel ini karena penulis sudah berada dalam bayangan kota idaman itu. Penulis membayangkan para mahasiswa-mahasiswi asyik membaca buku-buku ilmiah di bawah naungan pohon sepe. Mari semua kita jadikan Kota Kupang, Kota Bersih. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-anton-bele-msi-seusai-diwawancarai.jpg)