Berita Timor Tengah Utara
Pembudidaya Ikan di Kabupaten Timor Tengah Utara Kesulitan Pasarkan Hasil Budidaya
Sebanyak 29 kolam ikan yang dibudidaya kelompok budidaya ikan Cakra tersebut. Selama ini mereka bergantung hidup dari hasil membudidaya ikan air tawar
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sejumlah pembudidaya ikan air tawar di Takin, Desa Oenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan ketiadaan pembeli atau pasar pasca mereka hendak memanen ikan air tawar yang dibudidaya selama ini.
Saat ini belasan bahkan puluhan ribu ekor Ikan Lele, Ikan Bawal dan Ikan Nila siap dipanen namun mereka kesulitan memasarkan ikan tersebut.
Sebanyak 29 kolam ikan yang dibudidaya kelompok budidaya ikan Cakra tersebut. Selama ini mereka bergantung hidup dari hasil membudidaya ikan air tawar.
Saat diwawancarai, POS-KUPANG.COM, Rabu, 11 Desember 2024, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Cakra bernama Nikodemus Feka mengatakan, mereka sangat kesulitan membeli pakan ikan beberapa waktu terakhir karena para minimnya pembeli.
Beberapa waktu lalu, mereka membentuk kelompok budidaya ikan dengan harapan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Selain pakan, mereka kesulitan melakukan penjualan atau pemasaran.
"Terus terang selama ini kami jual hanya sekitar 20 kilogram setiap pekan, tergantung yang pesan 1 atau 2 kilogram kami harus antar. Tetapi ikan banyak begini,"ucapnya.
Ia mengakui bahwa, saat ini Kelompok Tani Cakra memiliki 29 kolam ikan. Sekitar 70.000 ikan yang dibudidaya kelompok ini. Dari total ikan tersebut, sekitar 40.000 ikan yang siap dipanen. Sedangkan 30.000 ikan sudah terjual.
Dikatakan Nikodemus, pada mulanya mereka melakukan budidaya ikan secara mandiri menggunakan anggaran pribadi di rumah mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka memanfaatkan kelompok arisan yang untuk mendukung usaha budidaya ikan pada masing-masing keluarga.
Setiap bulan mereka mengumpulkan uang sebesar Rp. 1. 120.000 untuk membuat bak, membeli terpal dan sisanya untuk membeli benih. Pada mulanya, Nikodemus dan anggota arisan ini membuat 8 kolam sebagai eksperimen. Setelah melihat ada potensi yang bagus mereka kemudian membuat 9 kolam
"Dan kebetulan di Desa Oenenu Selatan belum pernah ada kolam seperti ini lalu kami buat. Setelah kami jual hasil dari 4 kolam dari kolam yang pertama lalu kami buat 9 kolam lagi, jual lagi kemudian kami buat kolam lagi,"ujarnya.
Beberapa waktu lalu, kelompok ini sempat berencana membuat 50 kolam ikan. Namun, niat tersebut ditunda mengingat telah memasuki musim hujan.
Baca juga: Warga Keluhkan Naiknya Harga Minyak Goreng Jelang Nataru di Pasar Rakyat Timor Tengah Utara
Kelompok ini membudidaya Ikan Lele sebanyak 70000 ekor, Ikan Nila 1000 ekor, dan Ikan Bawal 1000 ekor. Demi menjawabi kebutuhan pakan ikan, mereka menghabiskan 5 karung dalam sebulan untuk 12 kolam saja.
Harga 1 karung pakan ikan Rp. 440.000. Sementara itu untuk ikan yang berukuran besar mereka menghabiskan 1 karung dalam kurun waktu 3 hari.
Nikodemus berharap pemerintah Kabupaten TTU dan Provinsi NTT bisa membantu mereka untuk proses pemasaran ikan hasil budidaya kelompok itu.
"Sebenarnya kami mau buat sendiri tapi dari penyuluh datang sarankan kami bentuk kelompok kami sendiri buat," pungkasnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.