Berita Timor Tengah Utara

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Rumah Keluarga di Desa Noenasi, Timor Tengah Utara 

Korban ditemukan meninggal dunia di kamar tempat dimana yang bersangkutan tidur, Rabu, 4 Desember 2024.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOKUMENTASI ISTIMEWA 
Pose korban saat hendak digotong ke dalam mobil untuk diantar ke Desa Tuabatan, Rabu, 4 Desember 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Seorang pria asal Desa Tuabatan, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Martinus Tnines (34) ditemukan tak bernyawa di rumah keluarganya di Desa Noenasi. 

Korban ditemukan meninggal dunia di kamar tempat dimana yang bersangkutan tidur, Rabu, 4 Desember 2024.

Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Keluarga Korban bernama Amandus Nahas mengatakan, yang bersangkutan datang ke Desa Noenasi untuk mengerjakan pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa Noenasi. 

Sebelumnya, korban telah tiba di lokasi tempat mereka akan bekerja tersebut untuk melakukan pengukuran pada, Selasa, 3 Desember 2024. 

Rencananya, pada Rabu, 4 Desember 2024 pembangunan itu mulai dilaksanakan.

"Tetapi mereka sudah sampai di lokasi tempat kerja ini untuk ukur kemudian langsung pulang," ujarnya.

Namun, ketika hendak kembali ke Desa Tuabatan, motor korban mengalami persoalan di sekitar lokasi desa tersebut.

Mereka kemudian berinisiatif untuk memperbaiki sepeda motor korban.

Pasca diperbaiki, sepeda motor korban tak kunjung membaik. Oleh karena itu, korban kemudian memutuskan untuk tidak kembali ke Desa Tuabatan.

Korban memutuskan untuk tidur di rumah Amandus Nahas (keluarga korban).

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Penikaman di Desa Tuabatan Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara NTT

Amandus kemudian mengajak korban untuk makan malam sekira pukul 20.00 WITA.

Tidak lama berselang korban kemudian tidur di kamar.

Pada pagi harinya, Amandus bangun dan mempersiapkan diri untuk pergi ke Kantor Desa Noenasi. Sebelum pergi, ia sempat membangunkan korban.

Saat dipanggil, korban tidak memberikan respon. Amandus berinisiatif untuk memegang tangan korban untuk membangunkan korban namun tangan yang bersangkutan telah kaku.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved