KPK
ICW Khawatir Pimpinan KPK yang Baru Bawa Dampak Buruk
Rekam jejak dan jawaban-jawaban pimpinan KPK terpilih saat ”fit and proper test” di DPR dinilai mengkhawatirkan. Jangan sampai bawa dampak buruk.
Di sisi lain, menurut Zaenur, independensi KPK kian luntur dengan masuknya aparat-aparat negara. Mereka menjadikan KPK sebagai sekretariat bersama, baik pejabat aktif maupun yang purnatugas. Konfigurasi pimpinan lima aparat menunjukkan KPK tidak akan pernah independen.
Bagi publik, komposisi pimpinan KPK yang didominasi aparat negara bakal memunculkan pertanyaan apakah mereka mampu memberantas korupsi yang melibatkan institusi asal. Kondisi ini malah membangkitkan pesimisme publik terhadap penegakan korupsi, khususnya korupsi di lembaga penegak hukum karena pimpinan KPK adalah penegak hukum itu sendiri.
”Semoga pesimistis saya salah. Yang kedua, tentu ini bisa menimbulkan dual loyalty, loyalitas ganda. Karena mereka berasal dari institusi penegak hukum, maka mereka punya espirit de corps, ini tidak bisa hilang, bahkan bagi yang sudah purna, apalagi yang masih aktif,” jelasnya.
Dengan komposisi lima aparat di pimpinan KPK, Zaenur menilai, DPR tidak mempertimbangkan integritas pimpinan sebagai hal penting. Mereka cenderung mengutamakan kandidat yang bisa menyenangkan hati anggota DPR. Sebab, KPK sempat dipimpin perwira polisi aktif, yakni Firli Bahuri. Akan tetapi, Firli malah melakukan jual-beli kasus dan meruntuhkan nama baik KPK.
”Saya berharap Pak Setyo, meskipun saya pesimistis, saya berharap beliau mau mengabdikan hidupnya selama lima tahun ke depan untuk pemberantasan korupsi. Dan saya berharap beliau mau untuk melawan segala macam bentuk intervensi, khususnya dari internal kepolisian itu sendiri,” tambahnya. (kompas.id)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.