Breaking News

Berita NTT

Di Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor NTT Masih Minim Jaringan Internet

Dijelaskan, Kabupaten Alor masuk kategori  wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan juga Maluku.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ELSE NAGO
Aci Maimau berpose bersama Camat Alor Tengah Utara, Sabdi Makanlehi, Relawan Wadah Yohanis Atamai (Anggota DPRD Alor) dan Kelompok Tani Hutan Maye Bung saat mendata potensi lebah madu di Desa Alim Mebung. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Jaringan internet atau sinyal di Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) Kabupaten Alor masih minim. Terdapat beberapa wilayah yang selalu terjadi blankspot.

Anggota DPRD Kabupaten Alor, Yohanis Atamai mengatakan, di era digitalisasi saat ini sangat dibutuhkan jaringan internet untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas UMKM.

"Terkait jaringan internet, ini tentu ibarat makanan pokok masyarakat. Jadi memang kita masih butuh jaringan internet," ujar Anis yang juga adalah Politisi Partai Gerindra. 

Dijelaskan, Kabupaten Alor masuk kategori  wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang mana Alor berbatasan langsung dengan Timor Leste dan juga dengan Provinsi Maluku.

Dengan posisi tersebut, maka salah satu kebutuhan adalah sarana komunikasi berupa internet.

"Beberapa waktu lalu saya ke wilayah dekat perbatasan Timor Leste dan memang di sana jaringa internet sangat sulit. Nah bagaiaman saat ini dikatakan era digiltalisasi, sementar tuntutan penggunaan internet cukup tinggi tetapi masih ada wilayah-wilayah yang tiada jaringan internet," jelasnya.

Anis juga mencontohkan di desanya sendiri yakni Desa Manetwati, Kecamatan Alor Tengah Utara yang saat ini masih terdapat beberapa desa, yang mana akses internetnya  masih terjadi blankspot atau blankspot area.

"Khusus di Kecamatan Alor Tengah Utara ini ada sejumlah SD dan SMP sulit menjangkau internet. Saya lihat sendiri anak SMP di Kecamatan ATU yang ujian harus berjalan sejauh 2 km untuk mencari jaringan internet," katanya. 

"Saya bicara fakta karena di desa saya dan saya lihat dan rasakan langsung," tambahnya.

Kedepan lanjut Anis akan ada momen Pilkada , yang mana di Alor ada pemilihan bupati dan juga gubernur NTT.

Ini tentu membutuhkan jaringan internet, karena itu perlu ada perhatian untuk bisa dibenahi.

"Ini persiapan yang harus dilakukan. Mudah-mudahan sebelum pilkada daerah yang blankspot ini sudah bisa terlayani internet," ujarnya.

Baca juga: Petani Keluhkan Harga Asam Anjlok di Kecamatan Alor Tengah Utara

Selain di ATU, ia mengakui di Pulau Pantar juga mengalami kesulitan jaringan internet. "Ada warga yang kirim saya foto anak-anak sekolah dan guru berjalan membawa laptop mencari jaringan internet untuk mengikuti ujian. Ujian berbasis komputer ini memaksa anak-anak harus berjuang cari jaringan internet," kata Anis.   

Dia mengharapkan pemerintah bisa memperhatikan wilayah Alor. Apalagi lanjutnya, saat ini bukan saja aktivitas sekolah atau pemerintah membuthkan internet, tetapi pelaku UMKM juga sangat membuthkan jaringan internet.

"Saya ini pernah jadi mentor di tahun  2019 tentang era digital. Memang SDM kita siapkan tetapi jaringan internet terbatas, kami mau promosi spot pariwisata tapi jaringan tidak ada. Begitu juga kita mau jual pariwisata, tapi jaringan tidak didukung sarana internet," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved