Berita NTT
Bahas Problematika Pendidikan Kristen di Tengah Anomali Guru P3K, GAMKI Alor Gagas Seminar
Seminar itu akan membahas problematika nasib kekurangan guru di sekolah Kristen di tengah anomali perekrutan CPNS/P3K.
POS-KUPANG.COM - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Alor, Nusa Tenggara Timur, menggagas Seminar Pendidikan.
Seminar yang akan membahas problematika nasib kekurangan guru di sekolah Kristen di tengah anomali perekrutan CPNS/P3K itu dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa 27 Agustus 2024 di Kalabahi.
Seminar akan menghadirkan narasumber: Ketua Yapenkris Pingdoling Alor Dr. Fredrik Abia Kande dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Fredy I. Lahal, SH.
Ketua Panitia Seminar Pendidikan Rivaldo Yupukoni mengatakan, kegiatan seminar ini akan dilakukan pada hari Selasa tanggal 27 Agustus 2024 di gedung kebaktian Gereja Pentakosta Jemaat Ebenhaezer Kalabahi di Desa Air Kenari, dipadukan dengan kegiatan Masa Penerimaan Anggota (MAPERTA) GAMKI tahun 2024.
Menurutnya tujuan dari kegiatan Seminar dan MAPERTA ini untuk memacu para anggota baru GAMKI Alor agar ikut memberikan kontribusi gagasan terhadap pembangunan pendidikan khususunya pendidikan Kristen di Kabupaten Alor.
"Tujuan kegiatan ini supaya kita ingin rekan-rekan muda Kristen yang akan bergabung di GAMKI nanti ini bisa ikut berpikir tentang masalah pendidikan Kristen di kabupaten Alor terkait kekurangan guru di sekolah Kristen akibat adanya kebijakan P3K, dan mencari bagaimana solusinya," kata Rivaldo, Jumat (23/8) di Kalabahi.
Selain seminar, juga panitia juga akan melakukan kegiatan Masa Penerimaan Anggota (MAPERTA) GAMKI yang membahas materi tentang pengenalan organisasi, seperti sejarah GAMKI, motivasi berGAMKI, tujuan, usaha, mars organisasi, konstitusi AD ART, mekanisme kerja internal, tingkatan keputusan, mekanisme administrasi surat menyurat di GAMKI dan GAMKI kemarin, hari ini dan masa depan.
Narasumbernya antara lain: senior Lim Odja, Obeth Bolang, Denny Lalitan, Rudy Lema Killa, Yefta O. Djahasana, Jhon Abraham Lalang Yame.
Ketua DPC GAMKI Alor, Dematrius Mautuka mengatakan, seminar pendidikan Kristen ini merupakan program kerja DPC GAMKI Alor Masa Bakti 2023-2026 yang harus dilakukan tahun 2024 ini.
"Landasan kita gagas program ini berangkat dari pemikiran kita bahwa kita ingin pendidikan Kristen harus mendapatkan perhatian dari negara, karena jasanya sangat besar untuk kemajuan bangsa ini," katanya.
Dematrius memberikan apresiasi kepada Narasumber Ketua Yapenkris Pingdoling Alor Dr. Fredrik Abia Kande dan Kadisdik Alor Fredy I. Lahal yang telah bersedia hadir dalam kegiatan seminar untuk membedah masalah pendidikan dan bagaimana pendidikan ke depan kepada calon anggota baru GAMKI.
Baca juga: GAMKI Alor Audiens Bersama Reskrim Polres Alor Usut Dugaan Pembunuhan Korban Tunawicara
"Saya berharap seminar ini ada gagasan-gagasan baik yang muncul dari orang-orang muda Kristen milenial sebagai bentuk kecintaan kita pada kemajuan pendidikan Kristen. Saya optimis pendidikan Kristen akan jauh lebih baik ke depan," ujarnya.
Dematrius mengucapkan terima kasih atas dukungan kerja hebat dari Ketua Panitia Rivaldo Yupukoni dan Sekpan Marthen Kamengon dan tim panitia, DPC, senior-senior, gereja, pemerintah dan masyarakat Alor yang terus mendukung kegiatan orang-orang muda Kristen di GAMKI.
Dematrius memastikan , usai seminar nanti akan merumuskan rekomendasi GAMKI kepada pemerintah dan gereja untuk bersama memajukan pendidikan Kristen di bumi Nusa Kenari.
Selain itu Dematrius juga mengajak orang-orang muda Kristen di Kabupaten Alor untuk masuk bergabung di organisasi GAMKI melalui kegiatan MAPERTA yang dilakukan pada tanggal 27 Agustus ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.