Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 25 Agustus 2024, "Tuhan Kepada Siapa Kami akan Pergi"
Dalam pengajaranNya di Sinagoga yang dihadiri oleh orang banyak dan para murid, Yesus menyatakan diriNya sebagai “Roti Hidup” yang turun dari Surga
SUARA PAGI
Bersama
Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Minggu, 25 Agustus 2024
Hari Minggu Biasa XXI
Lectio: Yosua 24:1-2a,15-17,18b; Mazmur 34:2-3,16-17,18-19,20-21,22-23; Efesus 5:21-32; Yohanes 6:60-69
TUHAN, KEPADA SIAPAKAH KAMI AKAN PERGI
Meditatio:
Hari ini kita memasuki minggu biasa ke XXI. Bacaan - bacaan suci pada hari ini sungguh menantang kita apakah kita tetap setia kepada Tuhan seperti halnya bangsa Israel yang melintasi padang gurun menuju tanah terjanji dan Petrus
bersama murid-murid lain yang tetap mau ikut Yesus, sementara orang banyak tidak suka lagi dengan Yesus. Apakah kita tidak mau pergi juga, mau mundur dari agama katolik atau tetap bertahan?
Dalam pengajaranNya di Sinagoga yang dihadiri oleh orang banyak dan para murid, Yesus menyatakan diriNya sebagai “Roti Hidup” yang turun dari Surga; bahwa TubuhNya adalah benar-benar makanan dan darahNya adalah benarbenar minuman. Pernyataan Yesus ini menimbulkan skandal besar dan mendatangkan sebuah keresahan dan kegelisahan bagi para pendengar sehingga ada yang mengalami shock dan histeris.
Mereka mengatakan: “Perkataan ini keras, siapa yang sanggup mendengarkannya”. Mereka berkata bagaimana orang ini bisa memberikan dagingNya sendiri untuk dimakan?
Mereka tidak bisa menerima kebenaran bahwa seorang anak tukang kayu menjadi utusan istimewa dari Allah. Dengan argumentasi yang demikian, banyak orang mengundurkan diri.
Para murid juga berkeberatan karena mereka mengira Dia tidak lebih dari seorang manusia biasa. Dia menantang keduabelas muridNya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?
Namun Petrus sebagai wakil komunitas keduabelasan, memberikan sebuah penegasan iman: “Tuhan, kepada
siapakah kami akan pergi”.
Apa pesan Tuhan bagi kita pada hari minggu ini? Pertama, kokoh dalam pilihan. Yosua yang melanjutkan kepemimpinan Musa sungguh memahami watak bangsa Israel yang labil, maka ia mengumpulkan dan meminta bangsa Israel untuk membaharui janji setia mereka kepada Yahwe.
Dengan tegas ia meminta bangsa itu memilih: beribadah kepada Allah atau beribadah kepada dewa. Yosua tidak
mau kalau di satu pihak mereka percaya kepada Allah dan di pihak lain memuja dewa-dewa lain yang bergentayangan di seluruh negeri.
Bangsa Israel hanya punya satu pilihan yakni mengabdi kepada Allah. Pilihan mereka kokoh. Sama halnya dengan Petrus yang mewakili kedua belas murid hanya pasrah kepada Yesus. Hanya Yesus menjadi andalan, tumpuan serta harapan mereka.
Kita patut bersyukur karena para rasul sebagai pondasi gereja menyatakan kesetiaanNya kepada Kristus. Mereka pantang mundur dan tetap kokoh kuat mempertahankan ajaran Kristus. Mereka tetap tinggal bersama Yesus.
Lalu bagaimana tanggapan kita? Tetap komit kepada Allah dan mengikuti Yesus atau beribadah kepada dewa-dewa lain yang sedang berkeliaran di sekitar kita? Dewa-dewa itu antara lain: Harta kekayaan, diri sendiri.
Kedua, menjadi orang katolik tidak gampang. Kata-kata Yesus selalu keras tetapi senantiasa dilandasi oleh hukum kasih. Sebagian orang meninggalkan agama katolik atau kekatolikannya dan pindah gereja atau agama lalu menjadi
kabur. Ada banyak alasan.
Agama katolik banyak tuntutannya, banyak sekali banyak peraturan. Pastor terlalu keras. Ada yang pindah agama untuk mencari gampang dan menyenangkan.
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Menabung Kebaikan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Hendaklah Kamu Percaya" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, Motivasi Utama Cari Yesus: Peroleh Kebenaran |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026: Kembali kepada Gembala |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, 'Kleopas dan Dinamika Kehidupan Kita' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)