Jumat, 17 April 2026

Munaslub Golkar

Idrus Marham: Golkar Partai Terbuka, Presiden Jokowi Silahkan Bergabung 

Idrus Marham Ketua Dewan Pembina Bapilu Partai Golkar mengungkapkan Partai Golkar akan menyambut dengan gembira jikalau Presiden Jokowi mau bergabung.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.COM
SILAHKAN – Partai Golkar menyambut dengan gembira apabila Presiden Jokowi memilih bergabung dan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. 

POS-KUPANG.COM – Idrus Marham, Ketua Dewan Pembina Bapilu Partai Golkar mengungkapkan bahwa Partai Golkar akan menyambut dengan gembira jikalau Presiden Jokowi memilih bergabung dan menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut.

Bahkan keluarga besar Golkar akan menyambut dengan senang hati. Pasalnya, Golkar merupakan partai terbuka atau bukan partai milik keluarga, partai yang memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk bergabung dan membangun bangsa dan negara ini.

"Golkar itu partai terbuka, bukan partai milik keluarga, bukan milik kelompok. Golkar itu partai milik bersama, sehingga siapa saja yang mau masuk silakan, itu bagus," kata Idrus Marham di Kawasan Matraman sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Wartakotalive.com, Selasa 20 Agustus 2024.

"Kalau Pak Jokowi  masuk, saya sudah bilang Alhamdulillah, berarti dapat berkah loh mantan presiden 10 tahun kok, legacy (peninggalan)-nya banyak pasti penganutnya juga besar Alhamdulillah dong," ujar dia. 

Idrus juga mengaku bersyukur apabila wakil presiden terpilih sekaligus putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga mau masuk partainya.

"Kalau misalkan Mas Gibran mau masuk ya Alhamdulillah lagi kan ada berkah, wapres," ucap dia.

Jika Jokowi dan Gibran nanti akhirnya masuk Golkar, menurut dia, persoalan posisi dapat disepakati bersama.

Dia juga berharap Jokowi dan Gibran nantinya bergabung ke Partai Golkar.

"Ya kalau masuk nanti, persoalan posisi persoalan gampang, masalah teknis. Masalah kesepakatan. Jadi ndak ada masalah semua," ujar dia.

Beberapa waktu belakangan santer isu soal Presiden Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Isu ini kembali muncul di tengah-tengah pelaksanaan musyawarah nasional (munas) partai berlogo pohon beringin itu.

Munas akan digelar untuk menetapkan ketua umum Partai Golkar setelah Airlangga Hartarto mundur dari posisi tersebut.

Adapun isu ini sebelumnya juga muncul pada awal tahun ini.

Baca juga: Belum Terungkap Alasan Pencopotan Yasonna Laoly dari Menkumham

Menurut pengamat politik Jannus TH Siahaan, apabila Jokowi memang memutuskan bergabung dengan Golkar setelah masa jabatannya selesai, kemungkinan besar dia bakal diberi posisi sebagai sesepuh atau politikus senior.

"Terkait masa depan politik Jokowi, semua kemungkinan masih berpeluang untuk terjadi. Boleh jadi bukan untuk menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, tapi sebagai Dewan Pembina dan sejenisnya, yang membuat posisi Jokowi secara simbolik lebih senior ketimbang seorang ketua umum," kata Jannus dalam pernyataannya yang dikutip pada Selasa 5 Maret 2024 lalu.

Posisi sebagai Dewan Pembina dianggap lebih cocok dan sepadan dengan Jokowi mengingat dia adalah presiden. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved