Munaslub Golkar

Bahlil Lahadalia Bakal Ambil Alih Partai Golkar, Idrus: akan Dipilih Secara Aklamasi

Bahlil Lahadalia diprediksi akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar untuk periode kepemimpinan ke depan.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
AKLAMASI – Bahlil Lahadalia diprediksikan akan mengambil alih Tingkat estafet kepemimpinan Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang telah memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut. 

POS-KUPANG.COM – Bahlil Lahadalia diprediksi akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar untuk periode kepemimpinan ke depan. Bahkan Bahlil bakal dipilih secara aklamasi untuk jabatan tertinggi di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Idrus Marham di kawasan Matraman, Jakarta Timur, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunnews.com, Selasa 20 Agustus 2024.

“Nanti, Bahlil Lahadalia, akan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar. Artinya tanpa mendahului takdir Tuhan. Tapi Insya Allah, pada munas Golkar ini,” ujarnya.

"insya Allah saudara Bahlil Lahadalia terpilih dan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2024 2029 tentu dengan tetap berdoa dan berserah diri," sambungnya. 

Idrus mengeklaim, dukungan internal Partai Golkar terhadap Bahlil sudah sangat luar biasa hampir mendekati paripurna. 

Menurutnya, seluruh pemilik suara yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sudah memberikan dukungan scecara tertulis atas pencalonan Bahlil Lahadalia sebagai Ketum DPP Partai Golkar periode 2024-2029.

Lebih lanjut, Idurs juga membantah berbagai sorotan yang menyebut bahwa aklamasi merusak tatanan demokrasi di Partai Golkar

Kemudian Idurs menjelaskan, sistem demokrasi memiliki ciri kekeluargaan, kegotong royongan dan juga ada kemufakatan. 

Lantas ia menyebutkan, keputusan secara musyawarah mufakat harus didahulukan, sedangkan pemilihan atau voting digelar ketika tidak ada kata mufakat.

"Sehingga kesimpulan aklamasi merupakan racun, perusak nilai demokrasi, saya kira perlu diskusi panjang dengan ahli ketatanegaraan," katanya. 

Lebih lanjut Golkar kata Idrus, partainya seharusnya berterimakasih kepada sosok Bahlil. 

Sebab, Bahlil masuk menjabat sebagai Menteri lewaj jalur Profesional. 

"Celakanya adalah orang lain memberikan penghargaan kepada Bahlil, tetapi justru internal partai tidak," tutur Idrus. 

Meski begitu, Idrus pun menegaskan jika sinyal Bahlil menjadi Ketua Umum Golkar semakin kuat. 

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkap, terdapat 37 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partainya yang sepakat mendukung Bahlil agar jadi Ketua Umum baru Golkar.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved