Jumat, 1 Mei 2026

Kabinet Indonesia Maju

Reshuffle Kabinet, Yasonna Laoly Bakal Diganti Oleh Supratman Andi Agtas

Yasonna Laoly membenarkan bahwa jabatannya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia bakal diganti dalam “reshuffle” kabinet Senin.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Ketua Badan Legislasi (Baleg) Supratman Andi Agtas menyerahkan laporan hasil pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, 16 September 2019. 

Menurut Ketua DPP PDI-P Deddy Yevri Sitoru meski Jokowi masih tercatat sebagai kader PDIP, Presiden Jokowi juga sudah tidak pernah mengomunikasikan hal itu kepada partainya, termasuk ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

”Enggaklah, saya kira enggak ada (komunikasi lagi dengan Megawati mengenai perombakan kabinet). Pak Jokowi, kan, sudah maunya keputusan sendiri. Dan itu memang hak konstitusional dia, terserah saja,” ucap Deddy.

Deddy melanjutkan, hal terpenting ialah PDIP berkomitmen menjaga pemerintahan Presiden Jokowi sampai akhir. Ia menyebut, semua menteri dari PDIP sudah bekerja maksimal menjaga stabilitas politik dan ekonomi nasional. Bahkan, menteri-menteri yang direkomendasikan oleh PDIP dari kalangan profesional mampu menjadi tulang punggung pemerintahan ini.

PDIP, lanjutnya, tidak akan menelan ludah sendiri dan secara tiba-tiba hengkang dari kabinet. ”Jadi, mau diapain, ya, silakan-silakan aja. Kalau kami, sih, ngapain kami komentarin apa yang sudah menjadi haknya presiden berdasarkan undang-undang. Beda halnya kalau presiden merasa sudah tidak membutuhkan, gitu, kan, ya, terserah. Wong namanya menteri adalah pembantu presiden, kok. Yang penting, kan, kami, enggak mengkhianati komitmen kami,” tuturnya.

Relasi PDIP dan Jokowi merenggang menjelang Pilpres 2024. Kala itu, PDIP mengusung capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sedangkan Jokowi cenderung mendukung putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi cawapres dari capres Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Parameter Politik dan Ketua Laboratorium Politik FISIP UIN Jakarta Adi Prayitno menegaskan, perombakan kabinet menjelang pergantian masa pemerintahan dipastikan tidak akan efektif. Jika perombakan kabinet dilakukan, hal ini lebih cenderung bersifat politis. ”Enggak efektif. Lebih kecenderungan politis,” ujarnya (Kompas, 14/8/2024).

(kompas.id)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved