Opini
Opini: Ende, ‘Ngeri Ko, Eja!’
Tetapi setelah melihat rangkaian acara sejak tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman pukul 14.15, Sabtu 10 Agustus 2024, perasaan itu menghilang.
Minimal melalui penerimaan di Sabtu 10 Agustus 2024, Ata Ende-Lio sebagai tuan rumah ( sambil tidak melupakan umat di Nagekeo dan Ngada), bahwa dari luar bisa saja Ende itu tambil menakutkan seperti ular sawah ‘Cinde’.
Jelasnya, Ende itu bukan menakutkan seperti yang orang mengerti dari kata ‘ngeri’ (horrofied), ekspresi rasa takut dan khawatir karena ada seusatu yang menakutkan yang tidak lengkap kalau bulu kuduk tidak berdiri.
Tetapi di Ende, ‘ngeri’ punya makna lain yang dalam linguistik disebut sebagai ‘superlatif’ alias tertinggi.
Di sinilah arti ‘Ende Negeri Ko’ adalah kekaguman akan nilai yang teramat tinggi yang sudah ada dan diwariskan ‘dari doeloe’ dan sudah berurat-berakar ‘mati punya’. Yang mereka tunggu hanyalah sang gembalanya yang merendah dapat merenda potensi yang mereka sudah ada.
Karena itu kekaguman ini tentu bukan akhir. Ia baru awal. Diharapkan setelah berjalan, semakin lama tersibak keindahan sutera berbunga dan ular sawah indah agar bersama membenarkan bahwa: Ende, Ngeri ko Eja’. (*)
Paulus Budi Kleden
Paul Budi Kleden
Uskup Agung Ende
Robert Bala
Opini Pos Kupang
Ndona
Bandara Haji Hasan Aroeboesman
| Opini: Pengabdian yang Membumi |
|
|---|
| Opini: Sektor Desa Juara Korupsi, Prestasi yang Memalukan Bangsa |
|
|---|
| Opini: Seni Melepaskan Jabatan- Refleksi Atas Sikap Mgr. Paskalis Bruno Syukur |
|
|---|
| Opini: Membaca Problematika Stunting dan Kemiskinan di NTT dari Kacamata John Rawls |
|
|---|
| Opini: Hukum yang Berpihak dan Keadilan yang Patah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Uskup-Agung-Ende-tiba-di-Ende-disambut-tokoh-lintas-agama.jpg)