Pilgub DKI Jakarta

Ray Rangkuti: Pilkada Kotak Kosong Tanda Kemerosotan Demokrasi Indonesia

Dinamika politik tentang kotak kosong yang berkembangan belakangan ini memantik Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti angkat bicara.

Editor: Frans Krowin
YOUTUBE/WARTAKOTA
KEMEROSOTAN – Wacana kotak kosong yang kini menjadi bahan pergunjingan publik, merupakan tanda-tanda adanya kemerosotan politik di Indonesia. 

Mereka pun sangat berharap PDIP mau bergabung dengan penawaran menarik tentunya.

Jika demikian, Anies Baswedan yang digadang-gadang mau ikut kontestasi Pilkada Jakarta batal.

Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, KIM ingin merangkul semua pihak untuk bersama-sama membangun Jakarta, termasuk PDIP.

"Kita komunikasi dengan semua. Karena kita mengusung calon di pilkada ini bukan untuk membuka front atau menggunakan politik konfrontatif, melainkan untuk merangkul semua, mengajak semua kekuatan berjuang bersama untuk membangun Jakarta," ujar Herzaky saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu 7 Agustus 2024.

"Tantangan yang kita hadapi ke depan tidak mudah. Tentunya makin banyak dukungan, makin baik," imbuhnya.

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay juga mengakui jika KIM berkomunikasi dengan PDIP untuk Pilkada Jakarta 2024.

Pembicaraan ini agar PDIP turut bergabung ke KIM untuk membentuk koalisi raksasa "KIM Plus".

Saleh mengatakan, memang sebaiknya semua pihak bergabung sehingga tidak perlu ada friksi.

"Ada komunikasi. Masing-masing masih mendalami. Namun sebaiknya, semua bergabung. Dengan begitu, tidak ada friksi-friksi politik yang menghabiskan banyak energi dan pikiran," ujar Saleh saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu.

Sinyal PDIP Incar kursi cawagub

Sinyal positif PDIP terhadap KIM Plus diungkap oleh Ketua DPP PDIP Said Abdullah.

Said mengakui, partainya membuka komunikasi dengan sejumlah parpol yang tergabung dalam KIM.

"Ya itu (komunikasi dengan) KIM Plus lah. Kan tidak bisa dihindari komunikasi itu," kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2024.

"Kami dengan Bapak Airlangga (Ketum Partai Golkar) bertelpon, kadang bertemu, dengan Bang Zul (Ketum PAN) kami datang, dengan Gus Imin (Ketum PKB) kami datang, ke Pak Dasco (Ketua Harian Gerindra) kami datang. Ini kan membuat nyaman hidup kita," ujar dia.

Said juga menyampaikan, terbukanya komunikasi itu lantaran di KIM Plus belum menemukan sosok calon wakil gubernur pendamping Ridwan Kamil.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved