Pilgub DKI Jakarta

Ray Rangkuti: Pilkada Kotak Kosong Tanda Kemerosotan Demokrasi Indonesia

Dinamika politik tentang kotak kosong yang berkembangan belakangan ini memantik Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti angkat bicara.

Editor: Frans Krowin
YOUTUBE/WARTAKOTA
KEMEROSOTAN – Wacana kotak kosong yang kini menjadi bahan pergunjingan publik, merupakan tanda-tanda adanya kemerosotan politik di Indonesia. 

POS-KUPANG.COM – Dinamika politik tentang kotak kosong yang berkembangan belakangan ini memantik Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti angkat bicara. Ia menyoroti secara tajam wacana kotak kosong akhir-akhir ini.

Ray Rangkuti yang juga Pengamat Politik ini, mengatakan bahwa dinamika kotak kosong dalam pilkada merupakan tanda-tanda adanya kemerosotan demokrasi di era Presiden Jokowi saat ini.

“Jadi, fenomena kotak kosong dalam pilkada 2024, merupakan lanjutan dari kemerosotan demokrasi di era kepemimpinan Presiden Jokoowi,” ujar Ray Rangkuti, Jumat 9 Agustus 2024.

Ia lantas sekilas mengulas fakta tentang Pilpres 2024 yang diwarnai dengan politik cawe-cawe dengan bagi-bagi bansos yang merupakan bagian dari kemerosotan demokrasi. Dan jika kini terjadi politik kotak kosong maka itu merupakan hal terburuk dalam demokrasi.

Dikatakannya, fenomena kotak kosong memang pernah terjadi tapi itu di kabupaten dan kota. Jika sekarang merambah sampai ke provinsi bahkan Jakarta, itu menandakan bahwa degradasi politik makin menguat. 

Bahkan ia meramalkan bahwa saat ini ada sekitar empat atau lima provinsi yang sangat potensial bagi pasangan calon untuk melawan kotak kosong.

“Kontroversi di atas masih dalam tahapan menuju pencalonan," ujarnya. 

"Kita belum sampai ke tahapan penetapan paslon, kampanye dan pemungutan/penghitungan suara dan penetapan hasil," imbuhnya. 

"Tentu saja, suasana yang memerosotkan nilai demokrasi ini, kita harapkan tidak berlanjut pada tahapan-tahapan berikutnya,” ungkap Ray Rangkuti.

Dia menyebut munculnya kotak kosong karena ada praktik borong parpol dalam pilkada. 

Hal ini menciptakan pasangan tunggal melawan kotak kosong. 

Menurut Ray, salah satu motornya adalah parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). 

Koalisi yang dibentuk untuk mengusung anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Kini Koalisi Indonesia Maju (KIM) sedang berjuang memuluskan keinginan mereka, yakni Ridwan Kamil versus kotak kosong.

Untuk mewujudkan itu maka KIM dikembangkan menjadi KIM Plus.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved