Terorisme
Simpatisan Daulah Islamiyah Tersebar di Jawa, Tak Hanya di Batu Jawa Timur dan Solo Jawa Tengah
HOK disebut terafiliasi dengan kelompok Daulah Islamiyah. Ia bahkan disebut tengah merencanakan bom bunuh diri di sejumlah tempat ibadah di Malang.
POS-KUPANG.COM, MALANG - Simpatisan kelompok Daulah Islamiyah ternyata tidak hanya terdapat di Batu Provinsi Jawa Timur. Pada saat yang bersamaan Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Stasiun Solo Balapan Jawa Tengah. Disinyalir simpatisan Daulah Islamiyah tersebut di seluruh Pulau Jawa.
Setelah kelompok Jamaah Islamiyah atau JI menyatakan bubar, ancaman teroris di Tanah Air tak lantas sirna. Penangkapan terhadap tersangka teroris berinisial HOK (19) oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Batu, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024) malam, menunjukkan hal tersebut.
HOK disebut terafiliasi dengan kelompok Daulah Islamiyah. Ia bahkan disebut tengah merencanakan bom bunuh diri di sejumlah tempat ibadah di Malang.
Adakah kaitannya kelompok ini dengan JI? Siapa Daulah Islamiyah sebenarnya?
Pengamat terorisme Al Chaidar saat dihubungi, Kamis (1/8/2024), mengatakan, jaringan Daulah Islamiyah merupakan nama lain dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
”Jaringan ini afiliasinya ke ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah/NIIS). Daulah Islamiyah adalah ekstensi dari JAD, bukan pecahan JAD,” katanya.
Di Jawa, simpatisan Daulah Islamiyah tersebar di sejumlah daerah, antara lain di Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, dan Klaten. Mereka biasanya berkomunikasi dan menyebarkan paham radikal melalui internet.
JAD merupakan kelompok teroris yang dibentuk Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman pada pertengahan 2014 di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sebelum mendirikan JAD, Aman sempat bergabung dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang dibentuk Abu Bakar Ba’asyir.
Fakta persidangan pembubaran JAD di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Juli 2018 mengungkapkan, Aman mendirikan JAD dengan tujuan membuat kekuatan jemaah di Indonesia melalui hijrah dan jihad sebagai pendukung Khilafah Islamiyah. Pembentukan JAD juga tidak terlepas dari berdirinya NIIS di Timur Tengah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.
Anggota JAD tercatat pernah melakukan sejumlah aksi teror dari pengeboman hingga penyerangan. Aksi tersebut di antaranya bom Thamrin, Jakarta (Januari 2016); bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur (November 2016); bom Kampung Melayu, Jakarta (Mei 2017); dan penyerangan terhadap Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Juni 2017).
JAD juga menjadikan pejabat negeri ini sebagai targetnya. Pertengahan Oktober 2019, misalnya, pihak aparat keamanan mengidentifikasi pelaku penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebagai bagian dari JAD. Penyerangan itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Wiranto yang mengalami dua luka tusuk di bagian perut sebelah kiri lantas dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Terkait dengan lokasi penangkapan HOK di Batu, Jatim, menurut Al Chaidar, hal itu terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dulu memang sudah ada di kota tersebut. Hal itu terbukti dari jejak teroris Azahari yang tewas saat digerebek di tempat persembunyiannya di Kelurahan Songgokerto, Batu. Dalam perjalanan waktu, banyak anggota JI yang kemudian berafiliasi ke NIIS.
”Penangkapan itu tidak kebetulan. Mereka dulunya masih satu jaringan. Sama seperti MIT (Mujahidin Indonesia Timur) di Poso, mereka dulunya anggota JI yang kemudian berafiliasi ke ISIS,” kata Al Chaidar.
Oleh karena itu, ia tidak heran ketika tersangka yang ditangkap tersebut sudah menyiapkan bahan-bahan kimia yang bisa diracik menjadi bom. Dengan dukungan jaringan, mereka mampu menyiapkan bahan yang diperlukan.
Di sisi lain, lanjut Al Chaidar, hal itu menunjukkan bahwa ancaman teroris di Indonesia masih ada meskipun beberapa waktu lalu JI menyatakan pembubaran diri. Sebab, masih ada kelompok teroris lain yang afiliasinya berbeda dengan JI.
”Terorisme masih berkembang di Indonesia, terutama jaringan ISIS yang sangat sulit dideradikalisasi,” ujar Chaidar.
Oleh karena itu, menjadi penting bagi aparat kepolisian untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menangkal ancaman teroris yang masih mengintai.
Setelah penangkapan HOK, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan bahwa Densus 88 akan mengejar para terduga teroris yang kemungkinan terkait dengan HOK dan rencana bom bunuh diri. Untuk itu, personel Densus terus menginterogasi HOK.
Dari penggeledahan tersangka, ditemukan cairan bahan peledak high explosive serta beberapa jenis cairan kimia. Selain itu, di dalam sebuah ransel hitam ditemukan sebuah ketapel, 10 jarum kurung, 2 suntikan, serta 1 toples berisi gotri.
Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Komisaris Besar Aswin Siregar menambahkan, Densus 88 sudah melacak pergerakan HOK sejak lama. Tim Densus selalu memonitor aktivitas pendanaan hingga pembelian bahan peledak, baik melalui pengembangan kasus sebelumnya maupun informasi yang baru.
Berencana Ledakkan Bom Bunuh Diri di Tempat Ibadah
Tersangka teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Batu, Jawa Timur, berencana meledakkan rumah ibadah dengan cara bom bunuh diri. Pelaku disebut sebagai simpatisan Daulah Islamiyah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, pada Rabu (31/7/2024), Densus 88 menangkap seorang tersangka tindak pidana terorisme berninisial HOK, berusia 19 tahun. HOK yang berstatus sebagai pelajar ditangkap sekitar pukul 19.15 malam.
”Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak jenis TATP,” kata Trunoyudo, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2024).
Menurut Trunoyudo, HOK berencana melakukan bom bunuh diri di dua tempat ibadah yang berada di Kota Malang.
Dari penggeledahan tersangka, ditemukan cairan bahan peledak high explosive, serta beberapa jenis cairan kimia. Selain itu, di dalam sebuah ransel hitam ditemukan sebuah ketapel, 10 jarum kurung, 2 suntikan, serta satu toples berisi gotri.
Langkah selanjutnya, menurut Trunoyudo, Densus 88 akan menginterogasi tersangka dan melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.
Tersangka HOK akan dijerat dengan Pasal 15 juncto Pasal 7 dan atau Pasal 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Saat ini, tim Densus 88 tengah menggeledah rumah tersangka teroris dimaksud. Sepanjang penggeledahan itu, aktivitas warga, termasuk wartawan, dibatasi hingga 30 meter dari rumah terduga teroris. Penggeledahan di salah satu rumah di Villa Syariah Bunga Tanjung Kav 34, Kelurahan Jeding, Kecamatan Junrejo. Lokasinya tak terlalu jauh dari Polres Batu dan gedung DPRD Kota Batu.
Bardasar pemantauan Kompas, puluhan anggota Gegana bersenapan laras panjang dan berpakaian taktis lengkap sudah datang sejak pukul 08.00 WIB. Jumlah mereka bertambah menjelang siang menyusul kedatangan sejumlah personel menggunakan minibus di kompleks tersebut.
Sebelum memasuki rumah yang dihuni oleh tersangka teroris, sejumlah personel terlihat mengikuti pemaparan singkat di depan rumah tersebut. Hingga pukul 09.30, mereka belum keluar dari rumah.
Kepala Polres Batu Ajun Komisaris Besar Yudha Pranatha mengatakan, peran dari tersangka akan diinformasikan lebih lanjut melalui Humas Polri. ”Nanti, ya, kami masih dalam proses. Informasi lebih lengkap akan disampaikan satu pintu,” ujar Yudha.
Tangkap Terduga Teroris di Stasiun Solo Balapan
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di Stasiun Solo Balapan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2024) malam. Waktu penangkapan itu berdekatan dengan penangkapan terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Namun, belum diketahui apakah dua peristiwa itu berkaitan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Artanto membenarkan penangkapan terduga teroris di Stasiun Solo Balapan. ”Hanya satu orang saja. Untuk identitasnya tidak bisa saya sampaikan. Inisial M saja,” katanya saat dihubungi, Kamis (1/8/2024).
Artanto juga mengaku tidak bisa membeberkan kronologi penangkapan terduga teroris itu. Dia hanya menyebut, terduga teroris itu ditangkap di dalam lingkungan stasiun. Oleh karena itu, ia tidak bisa memastikan apakah terduga teroris ditangkap ketika hendak berangkat atau baru tiba di Stasiun Solo Balapan.
Saat ditanya perihal barang bukti dalam penangkapan tersebut, Artanto juga tidak bisa menjawabnya. Pasalnya, kegiatan penangkapan itu dilaksanakan oleh Densus 88.
”Barang bukti langsung diamankan oleh Densus 88. Kami belum tahu (apa saja). Yang bersangkutan diamankan oleh Densus. Posisi terakhirnya di mana kami juga belum tahu,” kata Artanto.
Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut. Sosok yang diringkus aparat kepolisian itu merupakan penumpang dari Kereta Api (KA) Gajayana. Penangkapan itu, katanya, terjadi pada Rabu pukul 19.30.
Anne menyatakan, PT KAI tidak menoleransi berbagai bentuk tindak pelanggaran hukum. Oleh karena itu, PT KAI terus menjalin koordinasi intens dengan para petugas dari jajaran kepolisian.
Manajemen PT KAI juga berkomitmen untuk bersikap kooperatif dengan para pemangku kepentingan apabila terjadi tindak-tindak pelanggaran hukum di lingkungan perkeretaapian.
”KAI selalu mendukung dan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam pemberantasan tindak terorisme. KAI terus berupaya meningkatkan sistem keamanan, di antaranya melalui penyediaan fasilitas CCTV, baik di stasiun maupun kereta. Selain itu, petugas keamanan KAI juga akan selalu proaktif menjaga keamanan,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya.
Anne juga mengimbau agar para penumpang tidak membawa barang-barang yang dilarang, mulai dari binatang, senjata api ataupun tajam, narkotika, benda yang mudah meledak, dan lain sebagainya. Para penumpang juga diimbau tak membawa benda-benda dapat mengganggu kenyamanan sesama penumpang.
Selain itu, Anne menyatakan, PT KAI akan terus berkomitmen untuk menjamin keselamatan dalam perjalanan para penumpangnya. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan pengamanan berlapis, seperti patroli petugas keamanan yang dilakukan rutin.
”Apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan di wilayah kerja KAI, masyarakat dan penumpang dapat menginformasikan kepada petugas KA ataupun Call Center 121,” ungkap Anne.
Penangkapan di Batu
Dalam waktu yang hampir bersamaan, tim Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan di kompleks Villa Syariah Bunga Tanjung Kav 34, Kelurahan Jeding, Kecamatan Junrejo, Batu, pada Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 19.15 WIB.
Terduga teroris yang ditangkap di Batu itu berinisial HOK dengan usia 19 tahun. Terduga pelaku juga diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan disebut sebagai simpatisan Daulah Islamiyah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, HOK berencana melakukan bom bunuh diri di dua tempat ibadah yang berada di Kota Malang, Jatim.
”Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui berencana melakukan aksi teror bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak jenis TATP,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2024).
Dari penggeledahan terhadap tersangka, ditemukan cairan bahan peledak high explosive, serta beberapa jenis cairan kimia. Selain itu, di dalam sebuah ransel hitam ditemukan sebuah ketapel, 10 jarum kurung, 2 suntikan, serta satu toples berisi gotri.
Juru Bicara Densus 88 Komisaris Besar Aswin Siregar mengatakan, HOK tak lagi sebatas mempelajari cara membuat bom. Ia sudah mulai berbelanja bahan pembuat bom. ”Ini hampir persiapan. Bahkan, sudah beli bahan, tidak lagi belajar (merakit bom),” kata Aswin saat dihubungi, Kamis.
(kompas.id)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
penangkapan teroris di Batu
Jawa Timur
Teroris di Solo Balapan
Daulah Islamiyah
Pos Kupang Hari Ini
POS-KUPANG.COM
Jawa Tengah
Gedung Pusat Anti-Radikalisme Nasional Akan Didirikan di Jakarta |
![]() |
---|
Kelompok Radikal Masih Membayang, Densus 88 Tangkap 8 Anggota NII di Sumatera dan Jawa |
![]() |
---|
Satu Polisi Tewas Saat Teroris Serang Rombongan Diplomat Indonesia dan Negara Lain di Pakistan |
![]() |
---|
7 Orang Ditangkap Usai Sebar Teror Terkait Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia |
![]() |
---|
Densus 88 Tangkap Dua Tersangka Teroris di Jakarta Barat, Sudah Siapkan Bahan Peledak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.