Pilgub DKI Jakarta

Kalau Presiden Jokowi Berkehendak, Elektabilitas Kaesang So Pasti Melonjak

Jamiluddin Ritonga berpendapat terburuk elektabilitas Kaesang saat ini, akan teratasi manakala Presiden Jokowi berkehendak mendukung putranya itu.

|
Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BERKEHENDAK – Jamiluddin Ritonga berpendapat, kalau Presiden Jokowi berkehenda, maka elektabilitas Kaesang Pangarep yang terburuk saat ini akan melonjak drastic pada hari-hari yang akan datang. 

POS-KUPANG.COM – Jamiluddin Ritonga berpendapat, kondisi terburuk yang dialami Kaesang Pangarep saat ini baru akan teratasi manakala Presiden Jokowi berkehendak mendorong putra bungsunya itu untuk maju dan bertarun dalam Pilgub DKI Jakarta yang kini sedang berproses.

Jamiluddin Ritonga yan juga Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul mengatakan hal itu, merespon wacana yang terus menempatkan duet Kaesang PangarepJusuf Hamka atau biasa disapa Baba Alun untuk maju dan bertarung dalam momen Pilkada Serentak 2024 ini,

Saat itu, Jamiluddin Ritonga juga menyoroti sikap Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang  tampaknya terus mendorong agar duet Kaesang Pangarep - Jusuf Hamka ini bisa terealisir sebagaimana yang diharapkan.

Kecenderungan Airlangga Hartarto itu terlihat ketika ia memberikan surat tugas kepada Jusuf Hamka untuk maju sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur dalam musim pilkada tahun 2924 ini.

Dikatakannya, bahwa sampai saat ini memang Partai Solidaritas Indonesia atau PSI belum merespon secara baik surat dari Partai Golkar yang merestui Jusuf Hamka sebagai pasangan Kaesang untuk Pilgub DKI Jakarta nanti.

Itu tampak dari pernyataan petinggi PSI yang secara blak-blakan menyebutkan bahwa belum ada kesepakatan dengan Partai Golkar terkait duet Kaesang-Jusuf Hamka dalam Pilkada Serentak 2024 nanti.

"Jadi duet tersebut tampaknya hanya keinginan Golkar. Golkar memunculkan duet itu tanpa kesepakatan dengan PSI terlebih dahulu," kata Jamil dalam keterangannya, Senin 22 Juli 2024.

Selain itu, Jamil mengatakan elektabilitas Kaesang dan Jusuf Hamka juga sangat rendah.

Menurutnya, hal itu tentunya akan menyulitkan partai lain di Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusung duet Kaesang-Jusuf Hamka. Terlebih, katanya, Jakarta termasuk daerah strategis dan bergengsi. Tentu KIM hanya akan bersatu kalau calonnya berpeluang besar menang.

"Dilihat dari elektabilitasnya, duet Kaesang-Jusuf Hamka tentu sulit menang, terutama bila berhadapan dengan Anies Baswedan," ucapnya.

Namun peluang itu masih terbuka bila elektabilitas Kaesang dan Jusuf Hamka bisa meningkat.

Apalagi, Jamil menuturkan waktu untuk meningkatkan elektabilitas masih ada.

"Jadi, duet Kaesang-Jusuf Hamka berpeluang terwujud bila elektabilitasnya meningkat signifikan. Hanya dengan begitu peluang mengalahkan Anies lebih terbuka," jelasnya.

Baca juga: Kaesang Sadar Elektabilitasnya Rendah di Pilgub DKI Jakarta

Baca juga: Kaesang Bakal Gigit Jari, Tak Bisa di Jakarta juga di Jawa Tengah, Benarkah?

Jamil mengatakan hal itu akan menjadi pilihan KIM karena mereka tidak mau kehilangan muka bila kalah di Jakarta.

Karena itu mereka hanya akan mengusung calon yang berpeluang besar menang.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved