Berita NTT
Respons Polda Disebut Tak Akomodir Putra-putri NTT di Seleksi Akpol
Menurut Polda NTT, dari enam kuota reguler, terdapat tiga peserta yang lahir dan besar di NTT. Peserta itu lolos ke pusat.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) merespons tidak diakomodirnya putra-putri NTT di seleksi calon taruna-taruni (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2024.
Menurut Polda NTT, dari enam kuota reguler, terdapat tiga peserta yang lahir dan besar di NTT. Peserta itu lolos ke pusat. Sementara dua peserta sudah sejak sekolah dasar (SD) berada di NTT.
"Dari 6 kuota reguler ada 3 peserta yang lahir dan besar di NTT yang lolos ke pusat. Ada 2 orang yang sejak SD sudah tinggal di NTT. Jadi tidak benar kalau tidak dikatakan kurang prioritaskan putra putri NTT," kata Kabid Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, Minggu 7 Juli 2024.
Dia mengatakan, pendaftaran para peserta bersifat terbuka. Peserta diakomodir dari tiap polres. Kombes Pol Ariasandy menyebutkan, prosesnya diawasi ketat dan diumumkan setiap tes itu selesai.
"Pendaftaran bersifat terbuka, siapa saja boleh mendaftar dan diakomodir setiap polres. Prosesnya transparan dan di awasi ketat baik dari internal maupun external. Hasilnya diumumkan secara terbuka di setiap item tes," ujarnya.
Pengawasan internal dilakukan Itwasda dan Propam serta pengawas eksternal dari berbagai kalangan seperti IDI, Himpsi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jurnalis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, LLDikti, Bidang Meteorologi.
Polda NTT mengeklaim setiap tahap yang dilakukan secara transparan dan hasil dari tes langsung diumumkan atau one day service. Kombes Pol Ariasandy menyebut, ujian dilaksanakan sistem CAT menggunakan fasilitas laboratorium komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang.
"Ujian psikologi dan akademik dilakukan menggunakan sistem CAT menggunakan fasilitas lab komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang," katanya.
Baca juga: Ombudsman Buka Suara Soal Perekrutan Catar Akpol 2024 di Polda NTT
Bahkan, menurut dia, setelah pelaksanaan tes, peserta juga diberi kesempatan untuk mengisi survei kepuasan yang disiapkan.
"Setiap habis pelaksanaan tes, peserta juga dipersilahkan mengisi survei kepuasan yang dilakukan secara terbuka," kata dia.
Kombes Pol Ariasandy menegaskan, proses penerimaan Taruna Akpol sudah mengikuti mekanisme yang ada. Tidak ada yang bisa melakukan intervensi atau mempengaruhi hasil yang sudah ada.
"Penerimaan Taruna Akpol sudah melalui mekanisme yang sudah ada. Siapapun tidak ada yg bisa intervensi atau mempengaruhi hasil yg telah dilaksanakan oleh panitia dan diawasi oleh internal Polri maupun eksternal dari masyarakat, perwakilan orang tua dan akademisi," ujar dia. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
| Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Bantah Isu Perselingkuhan, Tempuh Jalur Hukum |
|
|---|
| Telkomsel, Wajah Baru Gaya Inovatif yang Menghipnotis |
|
|---|
| Sejarah Baru, Atlet Gymnastik Pertama dari NTT Langsung Naik Podium Juara di Jakarta |
|
|---|
| Pengamat Undana Nilai Hakim MK Tidak Berprinsip Hapus Parlemen Threshold |
|
|---|
| Pj Bupati Kupang Ajak Pemuda Katolik NTT Sinergi dengan Pemerintah Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kabid-Humas-Polda-NTT-Kombes-Pol-Ariasandy-SIK_00456.jpg)