Berita Alor

Direktorat KMA Gandeng Pemerintah Kabupaten Alor Gelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal

Pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Alor akan terus bersama-sama memajukan ekosistem kebudayaan yang ada di tengah masyarakat. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menggelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL), Kamis 13 Juni 2024. 

POS-KUPANG.COM - Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menggelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL), Kamis 13 Juni 2024.

SLKL merupakan program yang dicanangkan Dirjen Kebudayaan melalui Direktorat KMA yang bertujuan mengarus utamakan kebudayaan di tengah-tengah masyarakat dan menjadikan pemuda sebagai penggerak utama dalam mempercepat pemajuan kebudayaan di 3 kabupaten dan 14 pulau kecil di NTT. Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayan. Disamping itu juga untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku budayanya sendiri.

Hal ini juga disampaikan Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, S.H., M.M di sela acara pembukaan SLKL 2024 Di Desa Tarnate Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Sekolah lapang kearifan lokal bagi Masyarakat Adat ini dalam rangka percepatan pemajuan kebudayaan di tiap-tiap Wilayah, khususnya di Kabupaten Kota di mana ini bagian dari program aktualisasi Kewilayahan Adat," jelas Sjamsul Hadi.

SLKL 2024 merupakan program Direktorat KMA Kemendikbud Ristek, dimana dalam program ini pihaknya berupaya mengarus utamakan kebudayaan di tengah masyarakat dan menjadikan para pemuda dan masyarakat sebagai pelaku budaya untuk menjaga ekosistem kebudayaan yang ada di Kabupaten Alor ini.

"Dalam kegiatan ini kami melibatkan para pandu budaya yang juga merupakan pemuda di Kabupaten Alor sebagai peserta dalam kegiatan SLKL Ini. Kami juga mengandeng para fasilitator SLKL (Pandu Budaya Lembata 2023) untuk mendampingi Pandu Budaya (Kabupaten Alor) yang ada ini untuk melakukan proses temu kenali objek pemajuan kebudayaan, dari awal tahap pendataan, pengidentifikasian, pendokumentasian dan tahapan kurasi," lanjutnya.

Pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Alor akan terus bersama-sama memajukan ekosistem kebudayaan yang ada di tengah masyarakat. 

Asisten II Setda Alor, Drs. Dominggus Asadama juga mengapresiasi kegiatan Sekolah Lapang Kearifan lokal 2024 di Kabupaten Alor. Menurutnya, di tengah-tengah keterbatasan anggaran daerah ini, pihaknya dibantu pemerintah pusat untuk menyelenggarakan suatu event yang berdampak positif bagi daerah.

“Terima kasih untuk kegiatan yang dilaksanakan ini. Ini gagasan dari kementerian pendidikan kebudayaan dan riset teknologi bagi pemerintah daerah. Saya perlu menyampaikan terima kasih karena memang kita APBD itu sekarang agak sulit. Agak sulit untuk kegiatan-kegiatan seperti begini. Kita punya APBD lebih banyak dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembiayaan pilkada,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menambah sumber daya manusia bagi peserta pelatihan. Menurutnya, budaya dan pariwisata saat ini menjadi trend dan kedepan budaya dan pariwisata lah yang akan menghidupkan ekonomi kita. Karena itu kita perlu mempersiapkan SDM yang baik mulai dari sekarang. Selaku Pemerintah Kabupaten Alor juga berharap kepada para peserta (Pandu Budaya) agar bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius, agar tujuan utama dalam kegiatan ini bisa dapat terwujud. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor, Sophia Didaloro, S. Pd., M.M mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Kegiatan ini, ungkap Sophia, adalah sekolah lapang berbasis kearifan lokal masyarakat adat yang diikuti oleh 20 orang pandu budaya di Kabupaten Alor.

Pihaknya mengharapkan dukungan 20 orang pandu budaya ini akan menjadi ujung tombak Temu Kenali OPK sesuai amanat UU No 5 Tahun 2017 Tetang Pemajuan Kebudayaan.

“Kami berharap bahwa dengan adanya teman-teman pandu budaya ini bisa membantu kami dalam menyusun pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) yang menjadi buku suci untuk dinas kebudayaan di Kabupaten Alor ini,” imbuh Sophia.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Ternate, Rahman Kasim juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat KMA yang sudah mempercayakan desanya sebagai tempat untuk dilaksanakan kegiatan sekolah Lapang Kearifan Lokal. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved