KKB Papua

Pilot Susi Air Masih Disandera KKB Papua, Begini Kabar Terbaru dari Menko Polhukan

Sampai saat ini pilot Susi Air, Philips Mark Merthens masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
BELUM DIBEBASKAN – Sampai saat ini, pilot Susi Air, Philips Mark Merthens belum dibebaskan. Padahal disandera sudah lebih dari setahun, terhitung 7 Februari 2023. 

POS-KUPANG.COM – Sampai saat ini pilot Susi Air, Philips Mark Merthens masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Pilot itu disandera sudah lebih dari setahun.

Bahkan saat ini pilot itu hidup bersama anggota KKB Papua tersebut, sudah lebih dari satu tahun. Sejak ditangkap 7 Februari 2023, sampai dengan saat ini, pria berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut belum dilepasbebaskan oleh anggota kelompok tersebut.

Sampai awal Juni 2024 ini, belum ada kabar terbaru tentang pria asal Selandia Baru tersebut dan bagaimana dengan kondisinya. Belum diketahui pula berada di wilayah manakah pria bernama lengkap Philips Mark Merthens tersebut.

Dalam situasi yang tak menentu itu, baru-baru ini Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto mengumumkan sekilas upaya yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan selama ini.

Mantan Panglima TNI mengatakan bahwa upaya pembebasan sandera berkebangsaan Selandia Baru dari tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) tersebut hingga kini masih terus dilakukan.

Dikatakannya, upaya pembebasan  tersebut masih dilakukan dengan pola pendekatan soft approach. Caranya, adalah terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang ada di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

"Koordinasi itu terus dilakukan, sehingga sandera yang berprofesi sebagai pilot di Susi Air itu bisa segera dibebaskan," ungkap Hadi Tjahjanto sebagaimana dilansir dari Antara Selasa 4 Juni 2024.

Hadi mengungkapkan bahwa sampai saat ini aparat kepolisian dan TNI masih melakukan dialog agar Philip Mark Merthens dapat dibebaskan dengan menghormati azas kemanusiaan.

"Mohon doakan agar apa yang kami lakukan dapat saat ini bisa  membebaskan pilot Susi Air setelah disandera lebih dari setahun," ujarnya.

Untuk diketahui, pilot Susi Air, Philip Mark Merthens disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023. Philips disandera setelah ia mendaratkan pesawat Susi Air dengan sangat sempurnah di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.

Apesnya, adalah, setelah Philips Mark Merthens disandera, pesawat yang dipilotinya pun dibakar oleh komplotan pria bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri megnatakan bahwa selama ini ada pihak ketiga yang sedang menghalang-halangi pembebasan tersebut.

Baca juga: Hadi Tjahjadi Bicara Soal KKB Papua: 6 Wilayah Ini Rawan Konflik Bersenjata

Bahkan kelompok it uterus berusaha memanfaatkan isu penyanderaan tersebut untuk kepentingan kelompok dan pribadi, termasuk atas nama organisasi perjuangan Papua Merdeka.

Kapolda Papua membeberkan hal tersebut usai menggelar pertemuan tertutup dengan Atase Kepolisian Selandia Baru, di Polda Papua lama, Kota Jayapura, Senin 26 Februari 2024 lalu.

 “Ada pihak lain yang memang sengaja menghambat proses negosiasi ini. Padahal negosiasi tersebut sudah dilakukan dan saat ini hampir menemukan kesepakatan antara satu sama yang lain. Nah,” ujarnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved