Berita Timor Tengah Utara
Harga Tomat di Kabupaten Timor Tengah Utara Melonjak Signifikan
Kenaikan harga tomat ini dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Baru. Pasalnya, mereka terpaksa membeli tomat dalam jumlah kecil
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Harga tomat di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur melonjak signifikan. Harga tomat tersebut melonjak drastis beberapa hari pekan terakhir.
Kenaikan harga tomat ini dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Baru. Pasalnya, mereka terpaksa membeli tomat dalam jumlah kecil untuk mengantisipasi kerugian.
Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu, 8 Mei 2024, seorang penjual tomat di Pasar Baru bernama Maria Naif mengatakan, harga tomat tersebut meningkat menjadi Rp. 800.000 per keranjang.
Harga tomat ini secara otomatis meningkat ketika stok di pasar berkurang. Meningkatnya harga tomat ini menyebabkan para pedagang tomat menaikkan harga tomat.
Dikatakan Maria, melonjaknya harga tomat ini juga berdampak pada jumlah pembeli. Jumlah pembeli tomat perlahan berkurang.
Meskipun jumlah pembeli Fluktuatif setiap harinya, Maria berupaya mencegah kerugian dengan menawarkan dagangannya kepada para pelanggan setia.
Baca juga: Petani Keluhkan Gagal Panen, Harga Tomat di Belu Melonjak Rp500 Ribu Per Keranjang
Baca juga: Harga Tomat di Belu Melonjak Rp 500 Ribu Per Keranjang, Petani Keluhkan Gagal Panen
Pasca harga tomat melonjak menjadi Rp. 800.000 per keranjang, Maria menjual tomat per kilogram menjadi Rp. 25.000.
"Karena kalau sudah harga Rp. 800.000, mereka sudah ukur memang kami punya ember itu satu itu harga seratus ribu,"ujarnya.
Keuntungan dari menjual tomat ini sebesar Rp. 5000 per kilogram. Sebelum harga tomat ini melonjak, Maria menjual 1 kilo tomat seharga Rp. 20.000.
Sebelumnya harga satu keranjang Tomat sebesar Rp. 400.000 dan Rp. 350.000. Pada saat itu, Maria menjual 1 kilogram tomat Rp. 15.000.
Ia menegaskan bahwa, harga pasar tidak tetap. Jika cabai dibeli dari petani dengan harga Rp. 60.000 per kilogram maka, mereka akan menjual dengan Rp. 65.000 atau Rp. 70.000.
"Harga pasar ini tidak tetap. Kalau mereka datang bilang harga naik, kami juga terpaksa kasih naik harga," pungkasnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.