Berita Belu
Petani Keluhkan Gagal Panen, Harga Tomat di Belu Melonjak Rp500 Ribu Per Keranjang
Dulu saya bisa memanen hingga 40 keranjang tomat tanpa masalah. Namun, harga pada saat itu jauh lebih rendah
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Petani tomat, Marius Maubili, dari Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, mengaku sangat senang dengan kenaikan harga tomat tersebut.
Meskipun senang dengan naiknya harga, ia juga mengeluhkan gagal panen yang dialaminya karena iklim yang tidak menentu.
Harga tomat di Kabupaten Belu melonjak drastis hingga mencapai Rp 500 ribu per keranjang, dimana harga sebelumnya hanya berkisar antara Rp 200 hingga Rp 300 ribu per keranjang.
"Meski harga tomat melambung hingga Rp 500 ribu per keranjang, tetapi pendapatan kami justru menurun karena gagal panen akibat cuaca/iklim yang tidak mendukung. Banyak tanaman tomat mati dan tidak berbuah," ujarnya.
Baca juga: Libur Idul Fitri 1445 H, Wisatawan Padati Pantai Sukaerlaran Belu
Marius juga menyampaikan bahwa pada musim panas sebelumnya, ia tidak mengalami masalah gagal panen, bahkan berhasil menghasilkan hingga 40 keranjang tomat. Namun, pada saat itu, harga tomat hanya sekitar Rp 100 ribu per keranjang.
"Dulu saya bisa memanen hingga 40 keranjang tomat tanpa masalah. Namun, harga pada saat itu jauh lebih rendah," katanya.
Ia berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatur pasar dan mengatasi masalah ini, sehingga para petani dapat memperoleh hasil panen yang memadai tanpa harus mengalami kerugian yang besar.
Meskipun demikian, Marius yang sudah bergelut selama dua tahun bertani tomat ini juga mengungkapkan selalu bersyukur atas apa yang didapatkannya. Atas kerja kerasnya tersebut ia berhasil menyekolahkan empat orang anaknya. (Cr23)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.